Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Showing posts with label pelajaran. Show all posts

Friday, July 26, 2013

Pendidikan



Pendidikan merupakan aktivitas penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari semua kalangan. Pendidikan menjadi sarana bagi seseorang untuk belajar untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang akan membantunya untuk berkembang dan meningkatkan kualitas kehidupannya di dalam bermasyarakat.
Pendidikan tidak terbatas kepada siapa saja, dan pendidikan akan mengajarkan ilmu baru kepada seseorang dimana saja dan kapan saja saat seseorang telah siap untuk belajar. Baiknya pendidikan seseorang ke arah positif akan membuat seseorang itu diterima, dibutuhkan, disegani oleh masyarakat atas kemanfaatan ilmu yang dimilikinya.

Monday, June 17, 2013

Pituah

Bundo Kanduang
Katiko payuang alun takambang
Gabak dihulu lah jadi hujan
Cerwang dilangik lah lamo pai
Lah abih pulo umpan dek aia
Iman baganti pangana ilang
Antah dimano jalan kapulang

Nagari rancak marwah kok hilang
Marawa kuyuik dek labek hujan
Manangih bundo di rumah gadang
Oi anak oi, bilo lai kasumbayang

Antah kok mamak salah pituah
Antah kamanakan nan salah tarimo
Iduik baraka mati bariman
Aka panjang iman kok ilang

Suluah bandang dalam nagari
Uirang cadiak dimanyo kini
Ya Allah Tuhan Allahu Rabbi
Agiah pitunjuk anak kamanakan kami
Salamaikkan juo nagari kami
Minangkabau pautan hati
Disabuik sado nan tau
Nan tingga untuak nan santiang
Kok banyak salah jo sumbang
Sabaleh jo kapalo ditakuakan
Ka nan pandai kito baguru
Mamintak kito ka nan Satu

Silahkan kunjungi:
<http://aramiskhan.blogspot.com/2011/06/pituah-rang-gaek.html>

Tuesday, May 14, 2013

OTSUS BAGI PAPUA


Berdirinya kantor Papua merdeka di Inggris mengancam kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tertindasnya rakyat-rakyat Papua oleh ketidakadilan menimbulkan opsi Papua merdeka. Konflik yang tak kunjung usai tidak dapat lagi rangkum oleh pemerintah pusat sehingga menjadi pembicaraan delegasi internasional.

Kurang tepat dan tegasnya kebijakan pemerintah pada Papua menjadikan daerah ini tertinggal atau sangat terbelakang dari perputaran dunia. Nilai-nilai prikemanusiaan sempat mengancam daerah Papua, saat media massa hanya mengabarkan konflik, memicu opini negatif terhadap orang-orang Papua.

Thursday, May 09, 2013

Cerita Dari Masa Lalu

Benar saja, ini akan terjadi! Sebelumnya aku melihat salah satu media sosial organisasiku, ia dikabari oleh ketua organisasi untuk datang!
Bagiku ini mengguncang. Betapa tidak, pertemuan dua manusia yang saling tersakiti yang sama-sama menyimpan rasa sayang yang dulu sempat tersemat. Kini bertemu dalam satu atap dibawah naungan organisasi.

Pertemuan itu membawaku jauh ke masa lalu. Saat seorang remaja polos, penuh rasa ingin tahu dengan sikap remaja yang masih kekanak-kanakan, remaja yang terseret oleh budaya asing yang hampir menjadi budaya bangsanya--Malangnya, dua remaja itu berpacaran. Paling tidak ia tidak pernah membawaku pada gerbang zina yang lebih dalam, sebatas menjalani hubungan jarak jauh karena dibatasi oleh aku yang telah merantau.

Satu bulan lebih sedikit usia hubungan jarak jauh atau LDR itu, komunikasi mulai berangsur hilang. Kadang saja, masih berhubungan lewat telepon, ia berbicara dengan bahasa jawanya yang kental dan bahasa Minangku yang kental pula dipersatukan dalam bahasa Indonesia.

Wednesday, May 08, 2013

Karakter Dan Pendidikan Yang Rapuh



Membangun karakter bangsa yang jujur, tegas, tangguh, dan peduli, sebagaimana digariskan dalam Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa 2010-2025, maka kita harus mewujudkan nilai-nilai falsafah Pancasila dalam kehidupan berbangsa yang bersumber dari budaya (lokal) dan agama. (Menko Kesra, Kebijakan Nasionl Pembangunan Karakter Bangsa, Jakarta, Mei 2010)
 
Ujian Nasional (UN) menjadi polemik bagi bangsa Indonesia. Tak tanggung-tanggung standar ujian nasional terus meningkat dari tahun ke tahun, tanpa ada tindak lebih lanjut dalam pembenahan internal, serta guru pun ikut bingung dalam proses mengajar siswa-siswanya. Bagaimana tidak, kebijakan pemerintah yang terkesan provokatif dan egoistis menjadi tekanan mendesak bagi para guru dan siswa-siswi Indonesia. Pemerintah mengabaikan dampak-dampak moral negatif yang lebih besar dibalik kegiatan formal ujian nasional ini.

Selain itu, sumber pendukung seperti sarana dan prasarana yang memadai hanya terkonsentrasi pada sejumlah sekolah saja—beruntung jika sekolah tersebut mampu membiyai fasilitasnya sendiri—bagaiman dengan sekolah-sekolah terpencil, kadang buku sebagai sumber pembelajaran pun belum lengkap, dan masih menggunakan buku-buku lama yang telah berganti kurikulum dan standar. Jika dilakukan survey lapangan maka kebenaran hal ini dapat terungkap.

Thursday, April 25, 2013

Jalan Yang Tidak Kutempuh


Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.

Tuesday, April 23, 2013

Sudahkah kita bersyukur



Maka nikmat-Nya yang mana kamu dustakan?

Kawan, sempatkah kamu berfikir sisi lain kehidupan ini? Ada nikmat yang telah kita sia-siakan. Maka bersyukurlah atas kehidupan sempurnamu; menikmati makanan-minuman segar yang leza. Kamu peroleh kapan saja kamu mau, engkau dapatkan pakaian bagus yang menghiasi tubuh indahmu, dimanjakan oleh suara ibu yang selalu mendoakan dan memotivasi hidupmu—hidupmu lengkap sekali, tapi kadang masih saja merasa kekurangan.

Hari ini kita akan mulai belajar untuk bersyukur atas karunia ini, kawan. Betapa banyak nikmat-nikmat yang telah kita lalaikan dan belum sempat untuk disyukuri. Ibu dan Ayah yang selalu tersenyum dan menasihati, kakak dan adik yang senantiasa bercanda dengan kita; hidup aman, dan engkau sehat sekali.

Monday, April 22, 2013

Ujian Nasional Tidak Efektif



Akhirnya pergeseran ini  terus berlanjut dan terus memburuk karena tidak adanya revisi atau pun peninjauan kembali terhadap generasi yang dijadikan sebagai kelinci percobaan ini. Bukti dari kenyataa ini dapat dilihat dari tidak adanya upaya pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan Ujian Nasional ini, bahkan tanpa belas kasih, seperti  orang yang kehausan untuk menebar kebobrokan generasi dengan peningkatan standar Ujian Nasional dari tahun ke tahun hingga pemberlakuan sistim 20 paket per ruangan ujian. Setidaknya begitulah citra pemerintah yang ditampakkan secara halus. 

Membangun karakter bangsa yang jujur, tegas, tangguh, dan peduli, sebagaimana digariskan dalam Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa 2010-2025, maka kita harus mewujudkan nilai-nilai falsafah Pancasila dalam kehidupan berbangsa yang bersumber dari budaya (lokal) dan agama. (Menko Kesra, Kebijakan Nasionl Pembangunan Karakter Bangsa, Jakarta, Mei 2010)

Friday, April 19, 2013

Hakikat Teori Evolusi Darwin: Perang Terhadap Agama



-HARUN YAHYA-
Penumbang Darwinisme

Di jaman ini, sejumlah kalangan berpandangan bahwa teori evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin tidaklah bertentangan dengan agama. Ada juga yang sebenarnya tidak meyakini teori evolusi tersebut akan tetapi masih juga ikut andil dalam mengajarkan dan menyebarluaskannya. Hal ini tidak akan terjadi seandainya mereka benar-benar memahami teori tersebut. Ini adalah akibat ketidakmampuan dalam memahami dogma utama Darwinisme, termasuk pandangan paling berbahaya dari teori tersebut yang diindoktrinasikan kepada masyarakat. Oleh karenanya, bagi mereka yang beriman akan adanya Allah sebagai satu-satunya Pencipta makhluk hidup, namun pada saat yang sama berpandangan bahwa "Allah menciptakan beragam makhluk hidup melalui proses evolusi," hendaklah mempelajari kembali dogma dasar teori tersebut. Tulisan ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beriman akan tetapi salah dalam memahami teori evolusi. Di sini diuraikan sejumlah penjelasan ilmiah dan logis yang penting yang menunjukkan mengapa teori evolusi tidak sesuai dengan Islam dan fakta adanya penciptaan.

Friday, April 12, 2013

Goresan Luka Tak Mungkin Terobati



Kawan, pepatah minang menyebutkan, “Alam takambang manjadi guru”. Mari kita belajar dari alam. Tahukah kamu bagaimana paku yang tertancap pada pagar? Apabila paku itu kita tarik dari pagarnya apa yang terjadi, kawan? Paku itu meninggalkan bekas tancapan pada pagar, kawan.
Hukum itulah yang berlaku ketika kita menyakiti perasaan orang lain. Orang yang kita sakiti mungkin saja memaafkan kita, tetapi bekas luka yang kita tinggalkan tidak mungkin hilang. Luka itu akan tetap membekas pada orang yang kita sakiti.
Diingatkan oleh: Francy Risvansuna, S.p (Dosen Agribisnis Pertanian UMY)