Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil ‘alamin wa
bihi nasta’in wa ‘ala ‘umuriddunya waddin, ‘amma ba’du.
Pertama sekali, marilah kita ucapkan puji dan
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat, karunia, dan
anugerah-Nya kepada kita semua—Allah Yang Maha Pengasih yang tiada pilih kasih,
Allah Yang Maha Penyayang Sayang-Nya tiada terbilang—Dzat Yang Maha Besar Rabb
semesta alam. Hanya kepada-Nya kita menyembah, hanya untuk-Nya kita beribadah,
dan hanya kepada-Nya lah kita bertawakkal.
Selanjutnya shalawat beserta salam semoga
selalu tercurahkan kepada Sang bagin mulia, si cahaya nyata kasih sayang Allah,
buah cinta siti aminah, Intannya kota Makkah, Mutiaranya kota Madinah, Penutup
dan Penghulu para nabi dan rosul. Jelaslah dalam sirah nabawiyyah bahwasanya
terasa berat penderitaan dan keingkaran kita olehnya, ialah Nabi Muhammad SAW.
Semoga di akhirat nanti kita termasuk orang-orang yang mendapat syafa’at
darinya dengan memfasihkan kalimat Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali
sayyidina Muhammad. Allahumma aamiin.
Yang saya hormati segenap alim ulama, elemen
pemangku adat, cerdik pandai, penghulu, dan bunda kandung serta jamaah masjid
yang semoga di rahmati oleh Allah SWT. Seterusnya yang saya cintai dan yang
saya sayangi teman seperjuangan yang turut hadir pada kesempatan kali ini.
Adapun maksud saya berdiri dihadapan jama’ah
semua insya Allah tidak lain untuk menggapai ridha Allah SWT melalui amanah
yang diberikan oleh (Nama Lembaga); selaku (status/lain-lain) untuk
mengingatkan kembali dalam beberapa hal terkait kemajuan kita bersama untuk
masa depan yang lebih baik dan menuju masyarakat madani. Allahumma aamiin.
Baiklah, untuk tidak memperpanjang kata-kata
muqadimah, langsung saja pada inti pokok pembicaraan pada kesempatan kali ini
dengan tema “Mari mengingatkan satu sama lain menuju masyarakat madani yang
maju dan berkualitas”.
Next, isi.
-Habibullah Boktobibi-
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: