Friday, July 26, 2013

Kata-kata Muqadimah

Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil ‘alamin wa bihi nasta’in wa ‘ala ‘umuriddunya waddin, ‘amma ba’du.
Pertama sekali, marilah kita ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat, karunia, dan anugerah-Nya kepada kita semua—Allah Yang Maha Pengasih yang tiada pilih kasih, Allah Yang Maha Penyayang Sayang-Nya tiada terbilang—Dzat Yang Maha Besar Rabb semesta alam. Hanya kepada-Nya kita menyembah, hanya untuk-Nya kita beribadah, dan hanya kepada-Nya lah kita bertawakkal.
Selanjutnya shalawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Sang bagin mulia, si cahaya nyata kasih sayang Allah, buah cinta siti aminah, Intannya kota Makkah, Mutiaranya kota Madinah, Penutup dan Penghulu para nabi dan rosul. Jelaslah dalam sirah nabawiyyah bahwasanya terasa berat penderitaan dan keingkaran kita olehnya, ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga di akhirat nanti kita termasuk orang-orang yang mendapat syafa’at darinya dengan memfasihkan kalimat Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Allahumma aamiin.
Yang saya hormati segenap alim ulama, elemen pemangku adat, cerdik pandai, penghulu, dan bunda kandung serta jamaah masjid yang semoga di rahmati oleh Allah SWT. Seterusnya yang saya cintai dan yang saya sayangi teman seperjuangan yang turut hadir pada kesempatan kali ini.
Adapun maksud saya berdiri dihadapan jama’ah semua insya Allah tidak lain untuk menggapai ridha Allah SWT melalui amanah yang diberikan oleh (Nama Lembaga); selaku (status/lain-lain) untuk mengingatkan kembali dalam beberapa hal terkait kemajuan kita bersama untuk masa depan yang lebih baik dan menuju masyarakat madani. Allahumma aamiin.
Baiklah, untuk tidak memperpanjang kata-kata muqadimah, langsung saja pada inti pokok pembicaraan pada kesempatan kali ini dengan tema “Mari mengingatkan satu sama lain menuju masyarakat madani yang maju dan berkualitas”.

Next, isi.

-Habibullah Boktobibi-

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: