Thursday, May 16, 2013

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Mhs Agribisnis



1.      Analisis Perubahan Perilaku Sosial Terhadap Perkembangan Bisnis Dunia Maya

Seiring berjalannnya waktu, teknologi semakin berkembang dan zaman pun semakin maju, serta merubah pola perilaku masyarakat termasuk dalam pola konsumsi. Berkembangnya teknologi modern seperti berbelanja online berbasis dunia maya memiliki dampak positif dan negatif yang besar pada berbagai sector, terutama sector bisnis. 
Pola konsumsi masyarakat yang berubah berdampak pada sector lain yang berhubungan dengan keseharian masyarakat, sehingga tercipta sebuah pola baru dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini akan terus terjadi selama manusia terus berkembang, berkreasi, dan berinovasi
Perusahaan sekarang sedang menghadapi ancaman besar dalam upaya mereka mengkontrol pembelinya di era internet ini.  Perkembangan social media membawa keleluasaan dan kekuatan yang besar bagi konsumen. Konsumen dapat dengan bebas mengutarakan ketidakpuasannya kepada sebuah produk/perusahaan di website pribadinya, jejaring sosial miliknya, dan turut mempengaruhi ratusan orang yang terkoneksi dengannya. Kekuatan opini dan word of mouth menjadi sebuah tantangan besar dalam upaya perusahaan mengontrol pergerakan dan pola perilaku konsumen mereka di era internet ini.
Dalam dunia pemasaran online, ada tiga hal yang konsumen tuntut agar dihargai oleh pihak perusahaan/marketer. Ketiga hal itu adalah privasi, kepercayaan, dan efisiensi waktu.  
Privasi disini berbicara mengenai kepentingan konsumen itu sendiri. Konsumen kini dapat menentukan kapan dan dimana mereka mau menerima iklan ataupun bentuk promosi lainnya dari sebuah perusahaan. Perusahaan sekarang harus menyesuaikan promosi dengan kepentingan-kepentingan dari konsumennya masing-masing. Contohnya, sebuah perusahaan gadget akan lebih efektif mempengaruhi anak muda dengan menjadi sponsor sebuah acara musik dibandingkan iklan di televisi.
            Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam melakukan transaksi secara online. Konsumen memperlukan kepercayaan yang tinggi kepada pihak perusahaan agar mau melakukan sebuah transaksi dengannya di dunia maya. Transaksi online memerlukan konsumen untuk menyerahkan beberapa informasi dirinya yang cukup confidental misalnya nomor kartu kredit ataupun alamat rumahnya. Perusahaan yang terpercaya akan membuat konsumen semakin nyaman untuk melakukan transaksi online dengannya.
            Dewasa ini, konsumen menjadi semakin menghargai waktu mereka. Perkembangan dunia yang semakin dinamis membuat mereka menjadi menghargai efisiensi waktu semakin lebih. Konsumen memerlukan informasi yang mudah didapat juga transaksi yang cepat dan ringkas dari sebuah website. Merupakan tugas seorang marketer dan perusahaan untuk mendesain sebuah website yang user friendly, mudah ditemukan, dan mendukung pergerakan konsumen yang semakin dinamis dan menghargai waktu.
            Konsumen online dibagi menjadi dua macam, konsumen buruk dan konsumen baik. Konsumen buruk adalah konsumen yang telat membayar, suka menawar harga dan mudah beralih ke perusahaan lain. Konsumen baik adalah konsumen ideal yang membayar tepat waktu, memberikan komentar dan informasi, juga feedback ke perusahaan. Ketika sebuah perusahaan berani melakukan pemasaran secara online, mereka harus mengetahui konsumen ideal mereka. Mayoritas dari penjualan (80%) bersumber dari segelintir total konsumen perusahaan (20%). Mereka (20% tersebut) adalah konsumen yang ideal bagi perusahaan. Konsumen ideal adalah sumber profit terbesar bagi perusahaan.
            Konsumen terbaik nyatanya bukanlah konsumen yang membeli produk-produk dalam jumlah terbanyak, melainkan seorang konsumen yang membeli produk kita dan membagikan pengalaman memakai produk kita ke teman-temannya dan mendorong mereka untuk ikut membeli produk kita. Proses ini umumnya dilakukan melalui jejaring sosial di era ini, mendorong kuatnya pengaruh word of mouth bagi penjualan perusahaan.
Hal ini tentu mebawa dampak pada pola perilaku masyarakat. Berikut kesimpulan dampak positif dan negatif perilaku sosial terhadap perkembangan teknologi modern dalam proses perubahan pola perilaku.

A.    Dampak Positif
1.      Masyarakat menjadi lebih menghargai waktu sehingga waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk waktu yang produktif
2.      Tidak membutuhkan tenaga yang banyak untuk bertransaksi, seperti pasar konvensional yang harus pergi ke pasar atau supermarket.
3.      Memberi kemudahan dalam memilih dan melihat toko-toko lain dalam hitungan detik
4.  Keamanan dari kejahatan fisik atau premanisme lebih terjamin dibandingkan pasar dari pasar konvensional
5.   Proses belanja atau bertemunya penjual dan pembeli mudah, cepat, sehingga tidak mengorbankan banyak hal untuk melakukan proses jual-beli.
6.      Meciptakan masyarakat yang teliti, waspada, dan cerdas dalam melakukan transaksi
7.      Menumbuhkan sikap saling percaya dan sikap positif lain dari pihak pembeli dan penjual

B.     Dampak Negatif
1.      Maraknya kejahatan di internet seperti hacking, pencurian identitas, penyalahgunaan kartu debit/kredit
2.      Masyarakat relatif lebih malas karena semua kebutuhannya dibantu oleh teknologi
3.      Hubungan antar personal lebih kaku dan hilangnya budaya tawar menawar
4.      Menciptakan masyarakat yang apatis pada lingkungan karena tidak terbiasa lagi bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat
5.      Memaksa pelaku bisnis untuk terus melakukan riset and development secara cepat dan tepat karena perilaku konsumen yang mudah berubah
6.      Maraknya penipuan
7.      Menciptrakan masyarakat yang ketergantungan terhadap teknologi

2.      Bad News dan Good News Politik Terhadap Dunia Bisnis
A.    Bad News Situasi Politik Terhadap Kegiatan Bisnis
1.      Adanya kebijakan pemerintah menaikkan tarif daftar listrik dan harga bahan bakar yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada biaya produksi.
2.      Adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan upah  buruh, sehingga menyebabkan biaya gaji meningkat sehingga cenderung berdampak pada penurunan jumlah produksi dan harga produk jadi semakin mahal
3.      Adanya kondisi berbagai kasus korupsi yang terjadi di berbagai lembaga pemerintah membuat
4.      para pengusaha mengalihkan investasinya ke luar negeri.
5.      Adanya kasus korupsi di lembaga pajak membuat para pelaku usaha baik kecil maupun korporasi menjadi enggan untuk membayar pajak.
6.      Banyaknya pemberitaan tentang terjadinya berbagai kerusuhan akibat dari kisruh politik menjadikan para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia dan memilih negara lain.
7.      Adanya kebijakan impor yang hanya memihak pada pengusaha besar/korporasi membuat usaha kecil atau pengusaha kecil kesulitan menjual produknya.

B.     Good News Situasi Politik Terhadap Kegiatan
1.      Mempermudah para pelaku bisnis UKM memperoleh akses pinjaman modal dengan diberlakukannya kebijakan KUR (Kredit Usaha Rakyat)
2.      Pemberdayaan usaha kecil melalui kebijakan pemerintah yang memberlakukan kegiatan PNPM Mandiri.
3.      Kesejahteraan para buruh relatif lebih baik karena sudah diberlakukannya kebijakan untuk menaikkan gaji pegawai.
4.      Adanya kebijakan jaminan sosial untuk tenaga kerja atau buruh (JAMSOSTEK)
5.      Persyaratan untuk mendirikan suatu usaha atau bisnis menjadi lebih mudah
6.      Adanya kebijakan pemerintah untuk mengadakan kemitraan antara pengusaha kecil dengan pengusaha besar untuk memberdayakan usaha kecil
7.      Memberikan akses atau peluang jaringan pasar dalam negeri maupun luar negeri (ekspor).
8.      Fasilitas perdagangan JATS trading saham melalui jejaringan online
9.      Pembenahan pelayanan birokrasi yang tidak berbelit-belit sehingga memperlancar kegiatan bisnis

3.       Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responbilities)
Konsep tentang tanggung jawab sosial (CSR) telah dikenal sejak tahun 1970. Saat ini wacana tentang pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan telah berkembang dengan pesat. Ide dasar tanggung jawab sosial perusahaan adalah dari keputusan perusahaan yang mempengaruhi stakeholder secara sosial dan perusahaan harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambilnya (Oetzel et al., 2007).
The World Business Council for Sustainable Development, mendeskripsikan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai komitmen yang berkesinambungan dalam dunia bisnis untuk bertindak etis dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi sementara meningkatkan kualitas hidup di tempat kerja dan keluarganya pada khususnya, dan komunitas lokal dan sosial pada umumnya (Versi, 2007). Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan konsep dimana perusahaan mempertimbangkan kepentingan lingkungan masyarakat sekitar dengan bertanggung jawab terhadap dampak kegiatan operasional perusahaan kepada konsumen, karyawan, shareholders, masyarakat, dan lingkungan disemua aspek kegiatan operasional perusahaan.
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah kewajiban organisasi atau perusahaan yang tidak hanya menyediakan barang dan jasa yang baik bagi masyarakat, tetapi juga mempertahankan kualitas lingkungan sosial maupun fisik, dan juga memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan komunitas dimana mereka berada (Mirza dan Imbuh, 1997 dalam Januarti dan Apriyanti, 2006). Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholder yang melebihi tanggung jawab di bidang hukum (Darwin, 2004 dalam Anggraini, 2006).
Cahyonowati dalam Januarti dan Apriyanti, (2006) menyatakan bahwa ada tiga perspektif yang timbul berkaitan dengan tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yaitu :
1.      Perspektif Bisnis yang menganggap pentingnya reputation capital untuk menguasai dan menopang pasar. Pendukung perspektif ini sering memasukkan unsur tanggungjawab sosial perusahaan dalam kegiatan periklanan perusahaan dan juga pada kegiatan pemasaran.
2.      Perspektif eco-sosial memandang tanggung jawab sosial perusahaan sebagai nilai (value) dan strategi untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Tanggung jawab sosial juga dipandang sebagai strategi karena dapat mengurangi ketegangan sosial.
3.      Right- Based perspective menekankan bahwa konsumen, pekerja, masyarakat dan pemegang saham mempunyai hak untuk mengetahui kegiatan bisnis perusahaan. Aspek kunci dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah akuntabilitas, transparansi dan investasi sosial dan lingkungan.

Contoh-contoh tanggung jawab sosial:
PT. DJARUM :
Program tanggung jawab sosial PT. DJARUM:
1.      Beasiswa Olahraga Bulutangkis
2.      Pemberian Bantuan terhadap Korban Bencana Alam
3.      Merekrut masyarakat sekitar pabrik untuk dijadikan karyawan
4.      Bakti Sosial Kepada Panti Asuhan serta Penyandang Cacat
5.      Recycle atau pengolahan kembali limbah pabrik, yaitu sisa kemasan rokok dibuat menjadi kardus daur ulang.
6.      Pemberian Amal atau Penggalangan Dana untuk Rehabilitasi Korban Narkoba
7.      Pemberian beasiswa pendidikan ke jenjang pendidikan S2 bagi karyawannya. 

PT GAJAH TUNGGAL
1.      Kegiatan penyuluhan HIV/Aids dan anti Narkoba dilingkungan kerja dan juga pengurangan kematian Balita
2.      Pemberian Bantuan Bencana Alam Tsunami di Aceh
3.      Pemberian Bantuan Dana Untuk Konservasi Satwa Langka di Sumatera Utara
4.      Mempermudah akses kepada para poemegang saham dan stakeholder dalam memperoleh berbagai bahan informasi dan publikasi.
5.      Bantuan fakir miskin dan kaum dhuafa
6.      Pemberian bantuan konflik sosial

4.      Ilustrasi Aspek Yuridis Indonesia
Isu kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang akan dimulai beberapa bulan mendatang membuat pelaku bisnis siap siaga untuk menantisipasi lonjakan harga yang pasti akan terjadi. Bisnis skala rumah tangga/UKM akan merasakan dampak ini secara langsung. Naiknya BBM berbanding lurus dengan kenaikan harga bahan baku komoditi, transportasi, dan lain-lain yang berhubungan dengan kelanjaran bisnis UKM dan kehidupan sehari-hari masyarkat sebagai konsumen.
Selain itu pola perilaku konsumen pun akan berubah drastis, mulai dari penghematan pengeluaran biaya per hari, pemilihan produk yang lebih efisien dan tepat, dan lain-lainnya. Cash flow masyarakat yang berubah mengubah sikap masyarakat yang konsumtif menjadi lebih hemat, atau mengurangi pola perilaku konsumtif. Hal ini terjadi disebabkan oleh biaya hidup yang meningkat tidak diiringi oleh pendapatan yang bertambah sehingga akan cenderung mengubah pola hidup masyarakat itu sendiri.
 Kenaikan BBM juga akan menimbulkan inflasi berturut-turut dalam kurun waktu beberapa bulan terhitung sejak kenaikan BBM. Namun, bagi seorang investor besar tentu hal ini bukanlah masalah melainkan peluang besar.
Pengurangan subsisdi pada BBM akan menunjang perbaikan infrasturktur dan transportasi di berbagai daerah. Jika hal ini terjadi tentu pemerintah akan memerlukan bahan baku tenaga kerja khusus, dan apapun yang terkait pada bidang ini. Seorang investor dengan peluang tersebut akan menanamkan modalnya emiten yang bergerak di bidang infrasturktur tersebut; seperti semen, bahan baku besi, dan lain-lain—apapun  yang bergerak di bidang ini.
Dalam beberap tahun mendatang lonjakan jika prediksi investor ini tepat, maka akan terjadi keuntungan yang berlipat ganda hingga tak terbatas. Indonesia sebagai negara berkembang yang bergerak menjadi negara maju masih membangun dengan keperluan yang sangat besar akan terjadi pembangunan besar-besaran setelah adanya cukup biaya untuk melaksanakan itu. Sebuah peluang fantastis.

(dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: