Kurang tepat dan
tegasnya kebijakan pemerintah pada Papua menjadikan daerah ini tertinggal atau
sangat terbelakang dari perputaran dunia. Nilai-nilai prikemanusiaan sempat mengancam
daerah Papua, saat media massa hanya mengabarkan konflik, memicu opini negatif
terhadap orang-orang Papua.
Meningkatnya
ketegangan Papua memicu berdirinya kantor Papua Merdeka di Inggris melalui
massa berjumlah ±100 orang yang disetujui oleh petinggi pejabat negara dunia.
Konflik Papua
dimanfaatkan oleh negara-negara asing untuk memecah belah NKRI sehingga akan
terjadi perpecahan dimana-mana di setiap sudut Republik Indonesia, dengan
begitu ekploitasi besar-besaran terhadap Papua pun akan dimulai.
Belajar dari
sejarah Bangsa Indonesia sebagai negara Koloni ia dibantu oleh Amerika untuk
memerdekakan diri dan merebut Irian Barat sebagai imbalannya ekploitasi
besar-besaran ditanda-tangani untuk waktu yang sangat lama, hingga kini ada
yang tak kunjung usai, Freeport contohnya.
Papua yang kaya
akan nikel dan hasil tambang alam lainnya, serta keindahan luar biasa eloknya
menjadi harta karun yang tak ternilai bagi negara lain. Rakyat Papua yang bisa
dikatakan masih terbelakang dalam politik internasional akan dimanfaatkan
sebagai negara boneka terbaik bagi kepentingan asing.
Selain itu,
Kemerdekaan Papua mungkin memang membawa sedikit hal positif bagi Papua yaitu
kebebasan untuk mengolah tanah sendiri sesuai keinginan tanpa mengacu pada
kebijakan pemerintah Indonesia yang berbelit-belit dan tidak efektif. Karena
tiada guna mereka bergabung dengan Republik Indonesia jika ia ditelantarkan. Akan
tetapi gerakan-gerakan daerah merdeka lainnya akan terus bermunculan; seperti
Aceh, dan daerah-daerah ujung lainnya yang tidak diperhatikan oleh pemerintah
secara maksimal. Persoalan pelik darurat yang harus segera dituntaskan sebelum
negara ini kehilangan kepercayaan.
Melihat
kenyataan itu, SBY dalam ½ tahun sisa pemerintahannya mengumumkan kebijakan
Otsus (Otonomi Khusus) bagi Papua; dimana Papua akan diberikan kebebasan dalam
mengelola daerahnya sesuai adat dan kebutuhan Papua. Perbedaan yang terlihat
jelas adalah adanya rencana pemilihan kepala daerah oleh anggota DPRD dan tidak
lagi melalui Pemilu langsung. Menurut salah satu gubernur Papua hal tersebut
akan mampu meredam konflik antar suku di Papua karena mereka lebih menghargai
para kepala suku sehingga konflik pun dapat ditekan.
Dalam Otsus
terdapat 20 butir kekhususan daerah Papua, Apa saja yang terdapat didalamnya?
Kita tunggu kabar selanjutnya.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: