Wednesday, January 01, 2014

New Year Eve

Sudah menjadi kebiasaan bagi masyakarat dunia, terutama di Indonesia ketika malam pergantian tahun baru masehi tiba jalan-jalanan dan daerah-daerah tertentu penuh oleh keramaian. jalan menjadi sesak hingga udara-udara berasap mengepul di udara. Katanya Go Green, tapi kenyataannya.. ngomong doang.

Begitu pula yang terjadi di Malioboro, Yogyakarta. Padat luar biasa. Tak sengaja keluar dari masjid agung kauman langsung disambut macet dan polusi--Yang dapat engkau rasakan melalui udara yang kau hirup.

Jalan sepeda motor--Apalagi mobil--Bergerak sangat lambat. Lebih lambat daripada merangkak sekalipun. Setiap pengendara mencoba mempertahankan posisi kendaraannya dan terus berusaha maju, tidak peduli ada yang ingin lewat. Semua menjadi egois. Termasuk pejalan kaki sekalipun.

Setelah terjebak hampir satu jam dalam kerumunan itu sesekali terlihat orang-orang ditandu oleh tim rescue. Banyak korban berjatuhan. Mungkin saja tidak tahan panas dan oksigen yang terus berkurang karena bersaing dengan asap nitrogen dan residu petasan.

Tapi disisi lain yang unik adalah diantara ribuan orang tersebut tidak ada satu pun wajahnya yang sama. Maha Suci Tuhan.

Oh ya, aku ceritakan padamu,jalan-jalan di Malioboro ditutup oleh orang-orang yang ingin menyaksikan perayaan tahun baru, mereka duduk ditengah jalan. Kendaraan pun berhenti bergerak. Polisi lama tak berfungsi. Kewalahan.

Satu jam sebelum pergantian tahun akhirnya terdengar seorang polwan mencoba menertibkan jalan agar segera dikosongkan pada arah barat dan selatan. Maksudnya agar pengendara motor dapat lewat.

Petasan sahut menyahut tak henti-hentinya berbunyi, meledak cukup keras dan melambung pecah di angkasa menyibak kelamnya langit malam. Semua orang menyaksikan itu.

Tak hanya itu, terompet tak pernah berhenti mengiringi sahut-sahutan bersama petasan. Tanpa peduli apakah ada orang lain yang terganggu atau tidak. Luar biasa semrawut.

Dalam  situasi ramai telihat banyak muda mudi mengambil kesempatan untuk berpelukan, dengan dalih agar si pasangan tidak lepas dari pegangan.

Kabarnya malam ini terjadi transaksi sekitar 8,sekian triliun. Dapat diperkirakan transaksi banyak terjadi pada bagian petasan dan bagian x (Artikan saja).

Terjadi kemerosotan nilai-nilai dalam masyarakat; menjadi suatu dinamika yang buruk. Pranata baik yang mulai luntur seperti hilangnya rasa malu, kurangnya hukuman sosial pada pelaku menyimpang, dan lain-lain.

Dalam pemborosan uang yang dibakar, mereka seakan lupa disisi lain ada saudaranya yang belum makan di kolong jembatan dan tepian sungai-sungai busuk. Mengahantui sudut-sudut kota.

Masyarakat Indonesia yang notabenenya orang Islam seharusnya mampu mencerminkan ajaran Islam dan sikap seorang mukmin sebagai manusia beradab dan berbudaya luhur, namun kenyataannya new year eve menjadi kebiasaan buruk untuk setiap tahunnya. Dan kian tahun terus terjadi kemerosotan nilai.

Keburukan tak dapat lagi dihindarkan. Seakan kebobrokan terjadi secara sistemik. Tidak ada yang bisa menghancurkan kecuali Tuhan menghendaki kehancuran di dalam sistem itu. Tapi setidaknya jangan sampai kebobrokan nilai dan nilai manusiawi yang beradab itu luntur, jangan sampai terjadi kepada diri kita. 

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: