Malah terperosok dalam jurang dan jala-jala dosa. Malang.
Tidak sempat berfikir, untuk merenung, ada kematian setelah hidup disini.
Adakalanya nanti nyawa meregang di kerongkongan, mencekik, hingga tak bernapas.
Lalu mati. Menyisakan kenangan-kenangan lalu. Beruntung yang hidupnya baik. Ia dapat mengingat kebaikannya dan alasan meminta surga sebagai balasa. Namun apa daya manusia berdosa? Mati menyesal dalam gelap kubur. Menunggu siksa yang akan datang dengan tiba-tiba. Mata melotot, menyesal. Namun tiada guna. Marah pada diri sendiri. Namun sayang seribu sayang tidak ada kesempatan kedua setelah itu terjadi. Lalu sebelum masa itu tiba, apa yang 'kau persiapkan? Dengan apa 'kau ingin mengenang? dan seperti apa 'kau ingin dikenang?
-Habibullah Boktobibi-
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: