Friday, July 26, 2013

Pendidikan



Pendidikan merupakan aktivitas penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari semua kalangan. Pendidikan menjadi sarana bagi seseorang untuk belajar untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang akan membantunya untuk berkembang dan meningkatkan kualitas kehidupannya di dalam bermasyarakat.
Pendidikan tidak terbatas kepada siapa saja, dan pendidikan akan mengajarkan ilmu baru kepada seseorang dimana saja dan kapan saja saat seseorang telah siap untuk belajar. Baiknya pendidikan seseorang ke arah positif akan membuat seseorang itu diterima, dibutuhkan, disegani oleh masyarakat atas kemanfaatan ilmu yang dimilikinya.
Sebaliknya, ilmu yang bersifat negatif/merugikan akan meresahkan masyarakat karena bersifat ingin memenuhi kebutuhan pribadi dengan cara merugikan orang lain. Hal ini dapat contohkan; sesorang yang memperoleh ilmu untuk merakit sebuah senjata api, namun dilain sisi pendidikan moralnya sangat kurang, maka ia akan menggunakan senjata api tersebut untuk merampok, membunuh, dan lain-lain. Akan tetapi bagi seseorang yang baik dari kedua sisi tersebut maka ia menggunakan senjata api tersebut sebagai alat terakhir untuk keperluan keamanan masyarakat dari bahaya yang mengancam, dan lain sebagainya.
Perlunya kesadaran dari semua kalangan masyarakat akan pentingnya setiap pendidikan atau memperhatikan setiap aplikasi ilmu yang dimilikinya. Disfungsi pendidikan seakan terjadi disemua kalangan, betapa tidak; seorang pejabat/oknum tertentu saja yang memiliki ilmu pendidikan umum yang tinggi menggunakan sarana yang dimilikinya untuk melakukan korupsi tingkat ntinggi dengan cara profesional sehingga sulit diketahui oleh orang lain. Pada hal tersebut yang kurang bukanlah ilmu pendidikan dibidang umumnya, melainkan pendidikan moral yang tidak terjaga atau tidak terajarkan dengan baik sehingga terjadi ketidakseimbangan yang mengakibatkan kerugian pada pihak masyarakatnya.
Kesadaran ini perlu ditumbuhkan, terutama pada setiap pendidik dan orang tua—sebagai lingkungan bagi seseorang—untuk terus berkembang. Hal ini disebabkan pendidik dan orang tua mempunyai fungsi strategis dalam peranan pekembangan sebuah generasi. Sebuah generasi telah dikatakan ibarat seperti lembar kertas putih suci, tinta pena dari pendidiklah yang akan mewarnai dan mengisi torehan didalamnya. Lingkungan—Teman, tempat hidup, iklim, daerah, dan lain-lain—akan membedakan cara seseorang menerima, menanggapi, dan bereaksi terhadap pendidikan yang diberikan kepadanya. Selama pendidikan yang tersampaikan tidak menyimpang dari nilai-nilai masyarakat maka itu tidak akan masalah; perbedaan cara dan berekasi hanya akan mewarnai keunikan dalam masyarkat.
Diantara pendidikan-pendidikan dasar yang penting adalah pendidikan Agama, moral, karakter, dan nilai-nilai dalam masyarakat yang diaplikasikan sebagai kebutuhan mendesak agar seseorang dapat diterima, disegani, dan dibutuhkan dalam bermasyarakat sehingga terbentuk hubungan timbal balik yang menguntungkan diantara keduanya.
Kurangnya pendidikan dasar yang tersebut diatas menyebabkan seseorang berprilaku menyimpang sehinga dibenci, dijauhi, dikecam oleh masyarakat sebagaimana yang dikatakan oleh orang minang sebagai kacang miang dalam nagari. Kacaangnya membuat gatal seluruh negeri artinya membuat resah masyarakat; dimana ia hidup disitu ia menimbulkan kerugian bagi masyarakatnya, datangnya tidak diharapkan, perginya menjadi kegembiraan, Na’udzubillah.
Pendidikan primer yang didapat melalui kedua orang tua berperan penting dalam kelangsungan perkembangan seseorang untuk beradaptasi dalam bermasyarakat. Pendidikan primer adalah pendidikan pertama yang didapat oleh setiap individu baru ketikia ia lahir ke dunia. Pendidikan primer mengajarkan individu baru dasar-dasar berinteraksi dengan orang lain. Baiknya pendidikan primer maka akan membantu kelancaran dalam proses pendidikan-pendidikan selanjutnya. Seperti; ajarkan bayi bagaimana tersenyum, katakan padanya perkataan yang baik—walau ia belum mengerti—didoakan menjadi anak baik, perbanyak sentuhan yang akan memberikan rasa aman pada sang bayi, dan lain-lain. Gagalnya pendidikan primer akan membuat individu baru tersebut canggung dalam berinteraksi dengan lingkungan, dikhawatirkan individu tersebut juga akan gagal dalam menempuh pendidika selanjutnya. Sehingga menjadi kacang miang dalam suatu masyarakat.

-Habibullah Boktobibi-

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: