...dan
sering diejek dan dipermalukan. ia berkenalan dengan seorang gadis–yang merupakan anak haram–dan menikah dengannya. Ia membawa istrinya
ke negara asalnya–Amerika.
Tidak lama juga sang istri bersikap
seperti orang lainnya–suka merendahkannya, suka mengejeknya dan tak
pernah percaya terhadap apa yang dikatakannya. Walau ia memiliki dua
anak namun ia tak pernah memperoleh respek dari anaknya sebagai seorang
ayah.
Setiap hari ia harus memenuhi tuntutan sang istri yang makin
lama makin ia rasakan susah dipenuhi. Istrinya menjadi lawan yang paling
sulit ditaklukkannya. Harapannya untuk memperoleh teman hidup yang bisa
mengisi kekosongan hatinya tak pernah terwujud. Ia semakin jauh dari
impiannya. Sang istri sering melecehkan kemampuan seksnya di hadapan
teman-temannya. Sang istri bahkan berani mengunci dirinya dalam kamar
mandi dan mengusirnya pergi dari rumah karena dirasa tak mampu bertindak
sebagai suami dan kepala keluarga.
Ia menyendiri beberapa hari dan
kemudian pulang untuk memohon pada sang istri diijinkan masuk. Ia
merangkak di hadapan istrinya dan menelan semua hinaan istrinya. Ia
bersedia memenuhi tuntutan istrinya. Ia menghadiahi istrinya kado
senilai $78 dari gajinya yang sangat kecil. Dan …….. istrinya mengejek
upayanya dan menghinanya. Sang istri membuat lelucon tentang
ketidakmampuannya di hadapan teman-temannya yang hadir. Ia harus
merangkak dan memohon-mohon pada istrinya untuk tidak melakukan hal
seperti itu lagi. Namun ia hanya bisa terduduk dan mendapatkan dirinya
diselimuti dengan awan gelap yang mengaburkan semua impiannya tentang
kehidupan yang indah.
Tak seorang pun menginginkannya. Ia merasa tak perlu memohon lagi. Egonya tercabik menjadi serpihan kecil-kecil dan terbang dibawa angin ke segala penjuru. Ia jelas bukan siapa-siapa. Ia adalah orang yang paling tidak diinginkan oleh dunia ini! Ia jatuh tertidur.
Keesokan paginya ia mendadak menjadi sosok pria yang berubah. Ia mengambil senapan yang tersembunyi di pojok garasinya dan menyandangnya pergi ke tempatnya bekerja. Dan dari lantai enam bangunan penyimpanan buku tempatnya bekerja ia mengintai sesuatu. Menjelang sore hari ia mendapatkannya. Ia menembakkan dua peluru senapannya ke kepala Presiden Amerika John F.Kennedy.
Dialah bocah kecil yang sejak awal tadi kita ikuti kisahnya. Namanya Lee Harvey Oswald. Dialah seorang pria gagal yang tak pernah diinginkan dimanapun ia berada. Ia telah membunuh seorang pria yang diinginkan oleh keluarganya, memiliki banyak kelebihan dan kekayaan seperti yang diinginkannya. Oswald telah membuktikan pada dunia satu keterampilan yang telah dipelajarinya sejak remaja dalam kehidupan yang gelap.
^Buku Motivasi
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: