Seorang anak laki-laki dilahirkan di sebuah keluarga yang kurang beruntung dan serba kekurangan. Ayahnya adalah suami ketiga dari sang ibu dan meninggal beberapa bulan sebelum bocah kecil tersebut lahir. Jadi bocah ini sejak lahir tak pernah melihat dan mengenal ayahnya. Sang ibu adalah wanita yang sangat keras kepala, dominan dan sulit mencintai seseorang. Ia menjadi seperti itu karena dibesarkan dengan penuh rasa curiga dan menerima banyak kekerasan fisik dari orangtuanya. Suami keduanya menceraikan sang ibu karena sering dipukuli oleh sang istri! (Salah satu bentuk emansipasi wanita??? Semoga bukan!)
Sejak bocah kecil ini lahir maka sang ibu harus bekerja keras siang malam untuk menghidupi keluarganya. Bocah kecil ini tumbuh sendiri tanpa cinta dan kasih sayang yang hangat. Yang lebih parah lagi bocah ini sering menjadi sasaran amarah ibunya yang tak pernah lepas dari gejolak emosi.
Perasaan tidak diinginkan, tidak dipedulikan dan kesepian adalah bagian tak terpisahkan dari sang bocah. Ia sering ditinggalkan sendirian oleh temannya–karena menurut temannya ia jelek, tidak menarik, kurang sopan, tak tahu aturan dan semaunya sendiri.
Ia tumbuh menjadi remaja dengan IQ yang tinggi namun sering berkelahi dengan sesama teman laki-lakinya. Tak ada anak perempuan yang mau berdekatan dengannya. Prestasinya di sekolah sangat jelek karena IQ tingginya hanya sebuah potensi yang tak pernah terwujud karena tertutup oleh ‘awan kelabu’ yang muncul dalam hatinya.
Ia masuk dalam pendidikan angkatan laut karena ia mendengar bahwa laki-laki yang masuk ke sana akan dididik menjadi pria sejati – dambaan hatinya sejak kecil. Namun penolakan seakan tak mau lepas dari dirinya. Ia tetap diejek dan dijauhi teman-temannya. Ia melawan dan mengajak mereka semua berkelahi untuk mendapatkan pengakuan. Ia menolak dan menentang perintah pimpinan yang menghukumnya. Ia diadili dan dikeluarkan dari pendidikan angkatan laut tersebut dengan alasan kehadirannya mengacau tatanan yang sudah ada dan tidak diinginkan oleh teman-temannya.
Inilah dia bocah kecil yang telah menjelma menjadi lelaki dewasa muda yang berbadan kurus, berkepala agak botak, penuh keputusasaan, tidak diinginkan, tak punya SIM dan tak punya keterampilan selain berkelahi. Yang paling parah dari semua itu adalah ia merasa tidak berharga dan tidak berguna.
Ia pindah ke negara lain dengan harapan bisa mengubur masa lalunya dan memulai sesuatu yang baru. Namun penolakan seakan belum mau pergi dari dirinya.
^Buku Motivasi
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: