Kadang banyak hal yang terjadi dalam hidup kita, dan dari semua hal itu tidak ada yang terlepas dari rasa--rasa sedih, gundah, marah, senang, dan cinta. Kadang juga, ego mengalahkan logika ketika nafsu menyerang nafas berhembus memacu untuk fokus pada hal apa yang kita ingin.
Benar bila ada yang mengatakan, "Ego dan nafsu tidak selalu buruk." Ego, nafsu, dan ambisi bisa menjadi suatu senjata yang efektif dan tepat guna bila digunakan untuk hal yang tepat. Hal itu dapat diukur seberapa baik dan seberapa buruk akibat yang ditimbulkannya.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi merugikan orang lain jelas itulah keburukan.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi merugikan diri sendiri maka jelas itulah keburukan.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi tidak menghasilkan apa-apa, Jelas itu adalah keburukan.
Bila, ketiga kata itu digunakan untuk memacu prestasi, pelejit mimpi, penggapai cinta, dan cambuk untuk menjadi yang terbaik dan menjadi lebih baik, strategi inilah yang dipakai oleh para pemenang; mereka yang mampu dan mereka yang tahu--mampu menahan saat itu berdampak buruk, tahu kapan waktunya untuk dipakai.
Semanagatlah! Kita hanya manusia biasa, tanpa mimpi, tanpa teman, tanpa petunjuk, kita bukan siapa-siapa.
Sebatas menjadi orang-orang bterbuang, orang-orang yang akan dilupakan, orang-orang yang diremehkan.
Dunia memang bukanlah tujuan, tapi untuk sampai ditujuan kita perlu menata jalan.
Tidak ada satupun manusia yang ingin diremehkan, tidak ada satu pun manusia yang ingin dilupakan, tak ada satu pun manusia yang ingin dibuang, atau apalah hal-hal buruk lainnya, manusia butuh penghargaan, pujian;, kepedulian, apabila seimbang semua akan baik tanpa kesombongan.
Perbaiki diri adalah jalan satu-satunya menggapai semua itu, Tuhan adalah pemandu terbaik, Akhirat adalah tujuan Abadi; selamat disana berarti selamat selamanya.
Teman,aku ingin berpegangan tangan denganmu.
Teman, aku ingin melangkah dan berjuang bersama-sama denganmu.
Teman, Mari kita saling Mengingatkan.
Salam,
Habibullah Boktobibi
Bokto.blogspot.com
Benar bila ada yang mengatakan, "Ego dan nafsu tidak selalu buruk." Ego, nafsu, dan ambisi bisa menjadi suatu senjata yang efektif dan tepat guna bila digunakan untuk hal yang tepat. Hal itu dapat diukur seberapa baik dan seberapa buruk akibat yang ditimbulkannya.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi merugikan orang lain jelas itulah keburukan.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi merugikan diri sendiri maka jelas itulah keburukan.
Apabila ego, nafsu, dan ambisi tidak menghasilkan apa-apa, Jelas itu adalah keburukan.
Bila, ketiga kata itu digunakan untuk memacu prestasi, pelejit mimpi, penggapai cinta, dan cambuk untuk menjadi yang terbaik dan menjadi lebih baik, strategi inilah yang dipakai oleh para pemenang; mereka yang mampu dan mereka yang tahu--mampu menahan saat itu berdampak buruk, tahu kapan waktunya untuk dipakai.
Semanagatlah! Kita hanya manusia biasa, tanpa mimpi, tanpa teman, tanpa petunjuk, kita bukan siapa-siapa.
Sebatas menjadi orang-orang bterbuang, orang-orang yang akan dilupakan, orang-orang yang diremehkan.
Dunia memang bukanlah tujuan, tapi untuk sampai ditujuan kita perlu menata jalan.
Tidak ada satupun manusia yang ingin diremehkan, tidak ada satu pun manusia yang ingin dilupakan, tak ada satu pun manusia yang ingin dibuang, atau apalah hal-hal buruk lainnya, manusia butuh penghargaan, pujian;, kepedulian, apabila seimbang semua akan baik tanpa kesombongan.
Perbaiki diri adalah jalan satu-satunya menggapai semua itu, Tuhan adalah pemandu terbaik, Akhirat adalah tujuan Abadi; selamat disana berarti selamat selamanya.
Teman,aku ingin berpegangan tangan denganmu.
Teman, aku ingin melangkah dan berjuang bersama-sama denganmu.
Teman, Mari kita saling Mengingatkan.
Salam,
Habibullah Boktobibi
Bokto.blogspot.com
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: