(Karya ini dikirm oleh: Sakta Heksa Putri - Boktobibi)
Untuk
seseorang
yang kini t’lah
menghapus aku. Seperti jingga yang kini melarikan diri dari ufuknya.
Di tepi jurang
aku masih setia merenungi bayangmu yang mulai samar
Kau, sesosok
yang tega melukai. Hingga aku sibuk berkelebat
menatap langit-langit
kamar tanpa ekspresi; dalam dalam
wajah dalam
kesakitan, pipi ikut pucat pasi. Seperti teratai hidupku kini
Mati dikatakan hidup—hidup ia dianggap mati, suri. Betapa
kamu ku cintai
hingga merenggut waktu tanpa sisa-sisa yang bisa aku pilah
Tinggal kosong
yang meraja sedu sedan tangis, Meramu satu!
Seperti
percikan api yang menorehkan luka-luka
Seperti
genangan hujan menggenangi—Kebersamaan yang selalu akan terukir sepanjang asa masih mampu.
Sendat, sesak rasanya dadaku ketika sayatan-sayatan janji-janji ingkar memenuhi ruang-ruang hati. Waras layaknya berkeping-keping jatuh berderai, hingga gila aku menyelimuti
Sendat, sesak rasanya dadaku ketika sayatan-sayatan janji-janji ingkar memenuhi ruang-ruang hati. Waras layaknya berkeping-keping jatuh berderai, hingga gila aku menyelimuti
Namun Tak beranjak
jua terpunguti.
Kepada
Senja yang ‘kan segera berlalu, Olehmu
aku dicumbu pedihnya sayatan-sayatan luka
Kepadamu aku
dicekat oleh perpisahan, memekik rongga kosong lemahku yang mulai meradang
Sebab kecewa tak lagi terbendung, tetapi kenyataan seakan melihatkan perannya
Mengikatku
pada sebuah harapan bertemankan seuntai
senyum putus asa
Entahlah, Apa
ini yang ku sebutkan keadilan
Atau hanya
warasku yang baru saja tersadar. Sekedar
dan cukup mencintaimu saja
Ya kepadamu
detak dalam detik napas ku. Demi sesuatu yang tidak mampu aku pahami
Demi sebuah ketulusan menunggu setia cintamu kembali
Meski
kenyataan menyayat, karena setengah hatiku t’lah disisi pemilik baru
Namun sebuah
janji dulu tetaplah sebuah janji….!!!
Aku akan mencintaimu selama mampu. Aku rela menelan pahit takdir kita
walau kembali
menerbitkan luka kecewa.
Mungkin saja
aku ingin lari. Berharap
ini hanya
mimpi-mimpi buruk yang ditabur oleh setan-setan malam yang tak senang
dengan
kedamaian kalbuku
argh! Aku.
![]() |
Punya ide gila? atau puisi? atau cerita yang menarik silahkan email ke hb.boktobibi@gmail.com berbagi di halaman ini.

No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: