Thursday, April 11, 2013

Surat Terlampir Untuk Ibu

Ibu.. Apakah engkau masih mendengarku? Aku ingin mengucapkan t’rima kasih atas segalanya. Tuhan telah melimpahkan kasih sayangnya kepadaku melalui hatimu.
Engkau lihat, aku tumbuh dewasa. Bagiku engkau adalah suatu anugerah yang luar biasa, aku beruntung memiliki ibu sepertimu.
Ibu… semoga kesehatan dan nikmat-Nya selalu tercurahkan padamu, terbayang aku ketika engkau letih dan lelah menyapih dan mendidikku harap penuh menyeluruh.
Ibu… sekarang aku t’lah dewasa. T’rima kasih engkau mengajarkan aku Islam, benarlah, suatu rahmat yang tak pernah terukur dan kenikmatan menuju jalan tuhan yang luar biasa.
Ibu… aku bukanlah milikmu, aku milik-Nya. Apapun yang terjadi padaku hingga kini terima kasih lagi atas doa-doa yang selalu menyertaiku selama ini, sehingga tuhan tahu dan peduli padaku. Dia mempertemukan aku dengan-Nya dengan perantara ilmu-Nya padamu.
Ibu… tak ada yang bisa aku balas, aku coba berbudi pekerti, aku coba berbakti, aku coba tak ingkari, namun ku tahu itu tak kan pernah bisa membalas jasa-jasamu. Aku hanya berdoa pada tuhan apa yang telah engkau berikan segalanya ada dalam tubuhku, semoga Ia membalasmu dengan penuh cinta, kasih sayang, dan syurga-Nya kepadamu. Bagiku tak ada hadiah yang lebih baik dari itu. Suatu harga yang pantas atas jasa-jasa dan kesabaranmu.


Kasih Ibu



No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: