Kau tanya rasa kesendirian, takkan pernah tahu jika kau tak
menikmatinya
kau tanya rembulan, hanya dingin yang kan kau dekap dalam
hatimu
tanya cinta, hanya sakit yang kan kau dapat luka sedalam
kau mencintai
Lalu kasih sayang, ia hanya ada sepanjang kau mampu
mengizinkannya
Kau akan putus asa. Kala terang terus memudar menyongsong
pekat gelap
hati kering perlahan membasahi, cahaya redup meninggalkanmu tanpa
peduli
Hatimu dingin dalam iba. Seakan setitik harapan saja belum
kau tapaki
Kau akan gusar. Menyalahkan yang t’lah terjadi. Ingin lari,
percuma, kau putus asa. Menangis... Kau letih,
Kau tanya Tuhanmu. Ia tak meninggalkan
hadirmu.
Datanglah pada-Nya. Kau masih sempat.

No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: