Thursday, April 18, 2013

Gundah Melana Dan Benci

Gundah melana dan benci melebur menjadi Satu
Tak ingkar lagi, rasa menggaduh batas ketenangan
Harapan dan asa tergantung dalam jingganya senja
Menyongsong malam. Bertabur mimpi yang mati.
Pahit! Kau dengarlah jeritan

Kaki ku lelah melangkah. Aku ingin tidur
mengacau, penat yang ku lihat dalam tatapan
mataku pekat seperti hitam kopi ku lekat
risih. Aku pergi saja

-hb.boktobibi-
Google Image


No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: