Saturday, July 27, 2013

Buah “Kayu Buah”


Ada yang tahu tentang buah ini?
Terus terang saja hingga detik ini—dari sejak pertama membuka mata hingga dewasa ini—tidak tahu sama sekali bahwa buah ini pernah ada di daerah lingkungan saya. Buah ini secara tidak sengaja ditemukan oleh ayah ketika saya membantunya untuk memanen buah kelapa sawit diperkebunannya.

Saya sempat mengira ini adalah ‘buah sentol’—salah satu buah paling enak yang langka di daerah saya (Sumatera Barat)—yang mempunyai struktur dan kulit yang mirip. Setelah ayah bercerita ia bilang ini buah tampang/buah kayu buah. Keterkejutan saya berasal dari tidak pernah saya temukan buah semacam ini walau saya telah banyak berkelana di hutan terutama di daerah Koto Salak, Dharmasraya, Sumatera Barat ini.

Teliti demi teliti kayu buah ini membuat saya semakin penasaran, saya tidak peduli apa yang terkandung di dalamnya—biasanya buah ini adalah  salah satu makanan kijang liar—mencari ‘senjata’ untuk membukanya tetapi berhubung tidak saya temukan saya langsung saja membukanya dengan tangan kosong. Walhasil, ternyata buah ini mudah saja dibuka, dengan isi daging yang merah ranum menggoda lidah dan tenggorokan yang haus.

Setelah saya cicipi, buah ini memiliki rasa asam-manis. Berbeda dari buah lainnya, buah ini sangat menggoda walau ada terasa asam, tetapi itulah rasa khas dari buah ini. Penampilannya agak menipu karena daging yang berwarna merah ranum. Tidak peduli semua itu, buah ini tetap saja enak untuk disantap—entah karena saya haus—membuat saya kagum pada buah ini dan berujung pada kesimpulan, agaknya buah ini perlu dilestarikan.

Kebetulan saya sedang terkonsentrasi kuliah dibidang agribisnis, sempat terpikir untuk menjadikan buah ini sebagai pengganti bahan kue atau bahan makanan lain pengganti buah naga. hehee

Saya ingin tahu seperti apa kandungan gizi yang ada di dalamnya, ingin membawanya untuk uji coba laboratorium tapi sayang di daerah ini saya tidak tahu laboratorium ada dimana. Jika saya bawa pulang ke Jogja, itu pun masih akan terlalu lama berhubung saya mendapat libur dua bulan dan sedang berada pada masa awal liburan.

Nah, demi kelestarian buah khas Indonesia, mungkin teman-teman ingin melakukan percobaan terhadap buah ini?


No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: