Wednesday, April 17, 2013

DUNGU: CUKUP MAAFKAN MEREKA



(Karya: Ust. Rijal Ramdhani ‘Fasilitator KIAI UMY’)


Alam lebih dari cukup untuk menyediakan
kebutuhan manusia,
Tapi ko kenapa masih ada krisis air, krisis pangan
dan kelaparan?

Tuhan itu menciptakan perempuan itu sepertinya
jauh lebih banyak,
Tapi ko kenapa masih ada laki-laki yang takut tak
kebagian?
Kamar satu itu cukup untuk sepasang suami istri
ditambah satu kamar lagi untuk anak-anak,
Tapi ko kenapa dalam satu rumah terkadang ada
5 kamar, atau bahkan 1 keluarga memiliki 3
rumah dengan 2 yang tak dihuni?

Satu setengah hektar itu cukup untuk hidup
sejahtera, makan sekeluarga, berapapun jumlah
anaknya,
Tapi ko kenapa sudah memiliki 10 hektar pun
masih menambah dan merasa kurang?

Istri satu pun takkan pernah habis dan masih kuat
untuk melayani beberapa kali atau bahkan kalau
boleh beberapa orang,
Tapi ko kenapa masih saja harus nikah siri, atau
berselingkuh, atau bahkan jajan ditempat-
tempat  lokalisasi yang tak aman dari virus?

Seperti yang dikatakan kake tua yang
menyaksikan Britania Raya dibombardir Prancis,
Dunia itu semakin hari semakin memburuk,
semuanya takkan pernah cukup dan terus kurang.
Andai manusia masih digerakkan oleh
keserakahan dan nafsu……!!!!!!

Biarlah…!!! Jangan kau ikut-ikutan
berserakah….!!! Tersenyumlah…!!!
Saat melihat mereka yang saling berebut kas
Negara…!!! Mereka yang setiap hari menebang
puluhan hektar kayu di Kalimantan, mereka yang
mebuat lubang-lubang besar di tengah hutan
untuk mengeruk batu bara, merekayang tak
puas mendapatkan sedikit timah sehingga pulau
Bangka dari atas pesawat terlihat seperti kulit
katak tua yang hitam…!!!

Menjadilah pemaaf, mari kitasama-sama
Menganggap semua itu bukan masalah…!!!
Karena sesungguhnya ternyata masalah-masalah
Itu bukan berada di luar diri kita, tapi masalah itu
adalah hati yang tak bersih, pikiran yang tak
jernih, sehingga nafsu yang munculuntuk
menghujat mereka -mereka yang serakah dengan
alam

Pemaaf itu yang terbaik adalah seperti suami Cut
Tari, yang tak Nampak terlihat emosi sekalipun
ladangnya ditanami benih impor. Pemaaf dengan
hati yang bersih itu seperti Bangsa Indonesia,
yang sekalipun telah dijajah bangsa Belanda
beratus-ratus tahun, tapi tetap menerima
dengan lapang lapang dada wisatawan-wisatawannya
untuk hiliir mudik di tanah kita.

Aku hanya bisa mengkonfersi kekacauan-
Kekacauan ini menjadi hiburan.

#BukuBeliauSegeraBeredar
#PuisiHal153-155

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: