(Karya: Ust. Rijal
Ramdhani ‘Fasilitator KIAI UMY’)
Alam lebih dari cukup untuk menyediakan
kebutuhan manusia,
Tapi ko kenapa masih
ada krisis air, krisis pangan
dan kelaparan?
Tuhan itu menciptakan
perempuan itu sepertinya
jauh lebih banyak,
Tapi ko kenapa masih ada laki-laki yang
takut tak
kebagian?
Kamar satu itu cukup
untuk sepasang suami istri
ditambah satu kamar
lagi untuk anak-anak,
Tapi ko kenapa dalam
satu rumah terkadang ada
5 kamar, atau bahkan
1 keluarga memiliki 3
rumah dengan 2 yang
tak dihuni?
Satu setengah hektar
itu cukup untuk hidup
sejahtera, makan
sekeluarga, berapapun jumlah
anaknya,
Tapi ko kenapa sudah
memiliki 10 hektar pun
masih menambah dan
merasa kurang?
Istri satu pun takkan
pernah habis dan masih kuat
untuk melayani
beberapa kali atau bahkan kalau
boleh beberapa orang,
Tapi ko kenapa masih
saja harus nikah siri, atau
berselingkuh, atau
bahkan jajan ditempat-
tempat lokalisasi yang tak aman dari virus?
Seperti yang
dikatakan kake tua yang
menyaksikan Britania
Raya dibombardir Prancis,
Dunia itu semakin
hari semakin memburuk,
semuanya takkan
pernah cukup dan terus kurang.
Andai manusia masih
digerakkan oleh
keserakahan dan nafsu……!!!!!!
Biarlah…!!! Jangan
kau ikut-ikutan
berserakah….!!!
Tersenyumlah…!!!
Saat melihat mereka
yang saling berebut kas
Negara…!!! Mereka
yang setiap hari menebang
puluhan hektar kayu
di Kalimantan, mereka yang
mebuat lubang-lubang
besar di tengah hutan
untuk mengeruk batu
bara, merekayang tak
puas mendapatkan
sedikit timah sehingga pulau
Bangka dari atas
pesawat terlihat seperti kulit
katak tua yang hitam…!!!
Menjadilah pemaaf,
mari kitasama-sama
Menganggap semua itu
bukan masalah…!!!
Karena sesungguhnya
ternyata masalah-masalah
Itu bukan berada di
luar diri kita, tapi masalah itu
adalah hati yang tak
bersih, pikiran yang tak
jernih, sehingga nafsu
yang munculuntuk
menghujat mereka -mereka
yang serakah dengan
alam
Pemaaf itu yang
terbaik adalah seperti suami Cut
Tari, yang tak Nampak
terlihat emosi sekalipun
ladangnya ditanami
benih impor. Pemaaf dengan
hati yang bersih itu
seperti Bangsa Indonesia,
yang sekalipun telah
dijajah bangsa Belanda
beratus-ratus tahun,
tapi tetap menerima
dengan lapang lapang
dada wisatawan-wisatawannya
untuk hiliir mudik di
tanah kita.
Aku hanya bisa
mengkonfersi kekacauan-
Kekacauan ini menjadi
hiburan.
#BukuBeliauSegeraBeredar
#PuisiHal153-155
#BukuBeliauSegeraBeredar
#PuisiHal153-155
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: