Aneh. Duniaku ku rasakan semakin aneh dan
terasa kian jauh. Entah jauh dari apa. Tapi aku rasa, aku mengejar sesuatu tapi
objek itu semakin tidak terlihat. Semakin jauh. Mungkin fatamorgana kehidupan.
Menyedihkan.
Dunia ini seperti tak berujung. Saat kita
mencapai satu titik, muncul titik-titik lain, lalu kita pun ingin kesana. Daur
yang terus berulang. Melelahkan.
Aku teringat, apakah akan seperti ini
sampai kita mati? Saat kita belum melakukan apa-apa untuk dunia? Atau
setidaknya untuk orang-orang di sekitar kita? Duh, jika begitu adanya,
menyedihkan sekali. Aku tak mau hidup seperti itu.
Aku teringat lagi, pada kisah Arthur.
Seseorang yang kehilangan ambisi hidup. Arthur tidak tahu apa yang harus ia
lakukan. Semuanya terasa jenuh dan membosankan. Ia telah kehilangan yang paling
berharga dalam hidupnya, Keinginan.
Siapa yang menyangka bahwa mimpi adalah
sesuatu yang sangat berharga. Tapi sayangnya tidak semua orang yang memiliki
mimpi-mimpi besar. Mimpi lah yang mendorong dan mewujudkan dunia khayalan menjadi
kenyataan.
Atas saran dari seorang psikolog, Arthur
pergi menyendiri ke tepi pantai. Merenungi kembali makna-makna hidupnya. Arthur
mencoba mengingat apa-apa saja yang telah terjadi dalam hidupnya--Sejak kecil
hingga dewasa--Dan apa saja yang telah dilakukannya. Ternyata ia menemukan
alasan yang sederhana, yaitu membahagiakan orang lain. Lalu ia menuliskan
masalah-masalahnya di atas pasir itu, namun tak lama kemudia ombak pun
menghapusnya dengan mudah. Keyakinannya kembali, yakin bahwa semudah itu pula-lah
masalah itu akan hilang.
Aku pun mencobanya. Mencoba kisah Arthur
yang mungkin juga berlaku padaku. Pada hukum kehidupanku. Tapi sayang, nyanya
tidak. Metode itu hanya berlaku sesaat. Beberapa menit setelahnya kan kembali
hilang. Kembali seperti semula. Karena pada kisah Arthur ia lupa akan satu hal,
lupa kekuatan dan alasannya untuk hidup. Sumber segalanya ternyata hanya satu;
hidup kita pun hanya satu tujuan, mati kita pun hanya untuk satu tujuan, dan
apapun langkah kita hanya untuk satu tujuan, yaitu Kembalilah kepada TUHAN.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: