Boktobibi Puisi
Dalam gelap. Hitam. Membuncah tapi kehilangan harapan.
Malam. Kau tangisi sambil jalan. Ada apa gerangan malam?
Bukan malam. Tapi perasaan ini. Perasaan ini kelam.
Aku hayati waktu. Memintanya diam. Sejenak saja!
berapa lama aku berdiri disini? Aku hayati bekas-bekas kehidupan, waktuku.
Rasanya belum ada kebun yang aku tinggalkan.
Hanya beras yang membanyak melayang. Apa tidak tahu diri?
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: