Waktu persis yang dikatakan orang-orang bijak--Waktu bagai pedang. Licin dan tajam. Waktu tidak pernah berpihak kepada siapapun. Terlepas orang baik atau pun seorang kriminal kelas kakap sekalipun. Hanya manusia lah kadang terlalu sinis. Memaki hingga memuja waktu. Sebenarnya sang pemilik waktulah yang perlu kita takuti, dan kita puja; Tuhan.
Waktu memberikan seseorang perjalanan hidup, kesempatan, melakukan apa yang ia rencanakan, dan menunaikan tugas-tugas yang belum terselesaikan. Namun menjadi petaka bagi orang-orang sengsara--Orang-orang yang terbelenggu kehidupan atau pun dibelenggu.
Hanya orang “Sadar” yang mampu memaknainya, membuat perencanaan, target, dan mengambil manfaat dari waktu.
Ada 24 jam dalam sehari. Ada tahun di depan sana menanti. Hingga Tuhan memutuskan untuk kita berhenti. Sebelum itu terjadi nikmati keindahan dengan berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan--Sesuai perintah Tuhan. Niscaya kita tidak akan tertipu dan termasuk orang-orang yang berbahagia.
Sehari memang ada 24 jam dalam sehari tapi kualitas waktu seseorang berbeda-beda. Mereka menggunakannya untuk hal yang berbeda. Ada yang menggunakannya untuk menemukan hal yang baru, pengetahuan baru, dan sibuk membangun kualitas dirinya. Ada pula yang menghabiskan waktu dengan hura-hura, tidur sepanjang hari, bermain games tak mengenal waktu. Dengan waktu yang sama ia akan tumbuh berbeda.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: