Tulisan ini saya dapat melalui laman facebook yang diposting oleh seseorang. Tulisan yang cukup membuka pikiran kita; yang selama ini agak sempit tentang pengertian kebahagiaan. Tulisan tersebut tertulis sebagai berikut.
"Bahagia hanya bisa dirasakan bila kita tidak menetapkan syarat apapun untuk itu. Kalau dengan syarat berarti kita masih belum bahagia sepenuhnya, belum ikhlas, mungkin masih kebahagiaan pribadi, sesaat, atau semu.
Kebahagiaan tidak bisa dicari, kalau dicari berarti ada gambaran, ada ciri, ada ukuran, ada syarat. Kalau ada ukuran dan syarat tertentu menyangkut hal yang membahagiakan maka yang akan terjadi adalah kebahagiaan yang kurang atau kondisi yang kurang bahagia, lantaran ukuran dan syarat akan berubah mengikuti waktu dan rasa ketidakpuasan juga selalu muncul.
Bahkan jika kebahagiaan kita kejar maka kebahagiaan itu akan makin menjauh dari kita. Kita mesti memahami "hakikat" sumber yang menyebabkan perasaan yang demikian. Kebahagiaan sejati adalah anugerah illahi yang akan datang sendiri manakala kita benar-benar layak dan siap menerimanya, jadi syarat justru bukan di kita, tetapi dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Itulah kehidupan, untuk mendapat kebahagiaan sejati seseorang harus bersyukur, berupaya membangun kesholehan diri dan keluarga, mencari dan berbagi rezeki dan harta yang halal, hidup dan menghidupi lingkungan yang agamis dan humanis, serta memanfaatkan barokah umur untuk selalu menempuh jalan yang diridhoi Allah. Kebahagiaan akan menghampiri siapapun yang mampu memahami bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, dari kesadaran itu akan melapangkan dada dan hati kita untuk selalu bisa menerima rezeki, nikma, cobaan, godaan, dan tetap selalu bersyukur serta ikhlas memelihara kewajiban ibadah kita kepada Allah.
Tidak perlu kita buat kriteria bahagia, yang perlu adlah memenuhi syarat agar bahagia seperti yang dijanjikan Allah." *Ummu Abdir Rasyid
Semoga bermanfaat dan jadilah penyambung tangan dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah meridhoi kehidupan kita semua, Aamiin.
Kebahagiaan tidak bisa dicari, kalau dicari berarti ada gambaran, ada ciri, ada ukuran, ada syarat. Kalau ada ukuran dan syarat tertentu menyangkut hal yang membahagiakan maka yang akan terjadi adalah kebahagiaan yang kurang atau kondisi yang kurang bahagia, lantaran ukuran dan syarat akan berubah mengikuti waktu dan rasa ketidakpuasan juga selalu muncul.
Bahkan jika kebahagiaan kita kejar maka kebahagiaan itu akan makin menjauh dari kita. Kita mesti memahami "hakikat" sumber yang menyebabkan perasaan yang demikian. Kebahagiaan sejati adalah anugerah illahi yang akan datang sendiri manakala kita benar-benar layak dan siap menerimanya, jadi syarat justru bukan di kita, tetapi dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Itulah kehidupan, untuk mendapat kebahagiaan sejati seseorang harus bersyukur, berupaya membangun kesholehan diri dan keluarga, mencari dan berbagi rezeki dan harta yang halal, hidup dan menghidupi lingkungan yang agamis dan humanis, serta memanfaatkan barokah umur untuk selalu menempuh jalan yang diridhoi Allah. Kebahagiaan akan menghampiri siapapun yang mampu memahami bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, dari kesadaran itu akan melapangkan dada dan hati kita untuk selalu bisa menerima rezeki, nikma, cobaan, godaan, dan tetap selalu bersyukur serta ikhlas memelihara kewajiban ibadah kita kepada Allah.
Tidak perlu kita buat kriteria bahagia, yang perlu adlah memenuhi syarat agar bahagia seperti yang dijanjikan Allah." *Ummu Abdir Rasyid
Semoga bermanfaat dan jadilah penyambung tangan dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah meridhoi kehidupan kita semua, Aamiin.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: