Sejauh mana manusia akan berlari
Mengikuti fantasi-fantasi, membesarkan imajinasi-imajinasi kosong tanpa arti
Ini bukan drama
Saat tapak kaki lelah melangkah
Saat hati lelah untuk bertahan
Saat semangat-semangat ditelan kegelapan
Kepada siapa manusia kembali?
Telah diketahui bahagia tak selalu semanis jingga,
Yang menawarkan pesona eksotis suasana romantis
Saat mendung-mendung antara hujan dan kegelapan
Selingan harapan ketakutan dan kehampaan
Kepada siapa manusia kembali?
Anak adam yang tak pernah bersih dari hitam-hitam dosa
Setiap nafas dan denyut-denyut nadi menjadi hutang tak terbayarkan
Kepada siapa manusia kembali?
Udara-udara yang kau hirup menjadi tuntutan
Instrumen tubuh menjadi saksi melodi diatas panggung kelabu
Setidaknya diantara puing-puing harapan
Diantara pecahan-pecahan mimpi
Masih ada titik kemungkinan; harapan, harapan, harapan
Tuhan, ijinkan aku; Aku kembali dan sepenuhnya tak ingin mendung lagi
Dengan kemurahan-Mu berkenan bantu aku.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: