Yang Memberitakan Hati...
Ingatlah suatu kali rasulullah bersabda, bahwa apabila segumpalan daging dalam diri manusia itu baik maka baik pula-lah seluruh jiwanya.
Persis seperti anak kecil--disadari atau tidak--ia terus berkembang, dan didikan yang diberikan untuknya akan memberikan hasil dan kecepatan perkembangannya. Sekali lagi hati persis sekali seperti anak kecil. Apabila ia dituruti semua kemauannya ia akan jadi manja. Maka ajarkanlah ia untuk bersabar, berusaha, dan peduli bagaimana perjuangan dan biaya pengorbanan untuk memperoleh sesuatu.
Hati selalu saja menuntut setiap ada hal baru yang ia ingin rasakan. Didukung oleh lingkungan dan pengalaman-pengalaman masa lalunya menekankan untuk memperoleh segala sesuatu untuk memperolehnya.
Yang Memberitakan Hati...
Hati yang tidak mau mengalah. Yang didorong oleh sifat ego, untuk memperoleh segala sesuatu dan apa yang ia inginkan harus berjalan sesuai kemauannya; padahal dunia tidak bergitu.
Hati yang selalu dicaci...
Ia akan belajar hakikakt kehidupan. Tanpa nilai-nilai akan membuatnya bersifat ego. Namun dengan sikap dan kematangan yang ia lalui seiring waktu berjalan ia akan mulai terbiasa dengan keadaan itu; mulai terbiasa mengendalikan hal-hal diluar kendalinya.
Teruntuk hati yang tegar...
Kau bagai anak kecil yang terlahir diantara ribuan kecaman dan kerasnya dunia. Kau mulai membangun benteng-benteng pertahanan dirimu; melupakan hal yang telah biasa terjadi dan tentu saja hal-hal negatif diluar sana tak pernah lagi untuk menghalangimu berkarya, engkau bebas layaknya angin yang mulai memberikan kendali-kendali pada setiap yang diterpanya.
Kagum sekali orang-orang diluarmu itu meihatnya. Tak dinyana semua orang, tak pernah terbayangkan oleh orang-orang selain seperti dan berbeda denganmu.
Hati yang tegar...
Aku tahu kau belajar dari pengalaman, melihat sisi sudut-sudut mata orang lain. Membuatmu paham akan congkaknya dunia; dan engkau tahu cara menghadapinya, yaitu engkau ubah respon dan berbalik; apapun diluar sana yang membuatmu kecewa tidak lagi membuatmu terhenti, dengan responmu yang berbeda itu hanya menjadi secarik cerita pelengkap kisah-kisah indahmu menaklukkan kesombongan-kesombongan dunia yang hingar ini.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: