Kawan, berikut cuplikan salah satu tokoh kebanggan saya Adnan Oktar atau yang biasa dikenal Harun Yahya berikut sumbernya. Semoga menginspirasi!
Adnan Oktar dikenal sebagai
seorang penulis dengan nama pena “Harun Yahya”. Beliau adalah seorang ‘alim yang
menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah tentang keberadaan dan keesaan
Allah dan keluhuran akhlaq Al Qur’an kepada masyarakat. Berawal ketika masih
duduk di bangku universitas, beliau telah menggunakan setiap saat dalam hidupnya
demi dakwah ini dan tidak pernah takut berhadapan dengan segala kesulitan yang
merintangi jalan. Hingga kini, beliau tetap berdiri kokoh, tegar dan sabar dalam
menghadapi segala tekanan dan fitnahan. Di bawah ini adalah sedikit dari
perjalanan hidup Adnan Oktar, yang juga dikenal dengan nama pena Harun
Yahya.
Adnan Oktar dilahirkan pada
tahun 1956 di Ankara dan dibesarkan di kota ini hingga lulus SMU. Komitment
beliau terhadap Islam tumbuh semakin kuat ketika beliau duduk di bangku SMU.
Pada periode ini, pengetahuan yang mendalam tentang Islam beliau dapatkan dari
membaca berbagai buku-buku agama. Di samping itu, beliau juga memperoleh
pemahaman tentang fakta-fakta penting lain yang kemudian beliau beritahukan
kepada orang-orang di sekitarnya. Pada tahun 1979, Adnan Oktar pindah ke
Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di masa inilah beliau
mulai melaksanakan misi dakwah, menyeru manusia kepada akhlaq yang baik dan
memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.
Sejak sebelum Adnan Oktar
memulai kuliah di Universitas Mimar Sinan, Istanbul, institusi pendidikan
tersebut telah berada di bawah pengaruh berbagai organisasi ilegal berhaluan
Marxisme, sehingga pemikiran kekirian tampak jelas mendominasi kampus. Setiap
orang, apakah ia staf di sebuah fakultas ataupun mahasiswa, adalah sosok
materialis yang berpola pikir atheis. Sungguh, para staf pengajar mengambil
setiap kesempatan yang ada untuk menyebarkan dan dalam kuliah-kuliah yang mereka berikan kendatipun dua hal
ini tidak ada hubungannya dengan topik kuliah mereka. Dalam lingkungan dimana
ajaran agama dan akhlaq tidak dipedulikan dan sama sekali ditolak, Adnan Oktar
menyeru orang-orang di sekitar beliau kepada keesaan dan keberadaan Allah.
Sebagaimana mungkin telah dimaklumi, dalam kondisi demikian, Islam tidak diberi
kesempatan untuk tumbuh berkembang. Ibu beliau, Ny. Mediha Oktar, menuturkan
bahwa pada masa itu beliau hanya tidur beberapa jam saja di malam hari, sebagian
besar sisa waktu beliau gunakan untuk membaca, membuat catatan dan menyimpan
kumpulan catatan tersebut. Beliau membaca ratusan buku, termasuk karya-karya
pokok tentang Marxisme, komunisme dan filsafat materialistik, dan mempelajari
buku-buku ideologi kiri, termasuk karya-karya klasik ataupun literatur-literatur
lain yang jarang dibaca orang. Beliau meneliti karya-karya tersebut, menandai
bagian-bagian penting dan membuat catatan-catatan di bagian belakang buku
tersebut. Hal ini membuat beliau sangat tahu tentang filsafat-filsafat serta
ideologi-ideologi tersebut, jauh lebih tahu dibandingkan para pendukung ideologi
itu sendiri. Beliau juga melakukan riset yang mendalam tentang teori evolusi
yang dianggap sebagai landasan ilmiah dari ideologi-ideologi tersebut dan
mengumpulkan berbagai dokumen dan informasi yang berhubungan dengannya. Setelah
mengumpulkan informasi yang berlimpah tentang berbagai kebuntuan, kontradiksi
dan kebohongan yang terdapat dalam filsafat dan ideologi yang didasarkan atas
pengingkaran terhadap Allah ini; tanpa membuang-buang waktu lagi, Adnan Oktar
menggunakan informasi tersebut untuk menyebarkan fakta-fakta yang ada. Hampir ke
setiap orang, termasuk para mahasiswa dan staf pengajar di universitas, beliau
mendakwahkan keberadaan dan keesaan Allah, serta Al Qur’an, Kitab Suci yang
diwahyukan Allah, dengan menggunakan bukti-bukti saintifik. Di tengah-tengah
pembicaraan di kantin kampus, di koridor-koridor di saat jam istirahat,
seseorang dapat melihat beliau sedang menjelaskan kelemahan dan kesalahan
filsafat materialistik dan Marxisme dengan mengambil cuplikan dari buku-buku
yang menjadi referensi dari ideologi itu sendiri. Beliau memberikan perhatian
khusus kepada. Teori yang dimunculkan oleh
kelompok tertentu untuk melawan fakta penciptaan ini diyakini sebagai sesuatu
yang benar oleh para mahasiswa universitas secara luas. Dengan menggunakan kedok
sains, teori tersebut sebenarnya bertujuan untuk meracuni dan menghancurkan
akidah dan akhlaq dari para pemuda tersebut. Seandainya makar jahat dari
kebohongan ilmiah ini tidak dibongkar, maka akan muncul generasi penerus yang
sama sekali tidak memiliki nilai-nilai spiritual, moral dan religius.
Adnan Oktar memusatkan
usahanya dalam membuktikan kebohongan serta ancaman yang terselubung dari teori
evolusi tersebut. Karena teori evolusi disebarkan dengan jalur ilmiah, beliau
berpendapat bahwa sains merupakan sarana yang paling tepat untuk membongkar
kepalsuan dari dasar berpijak teori buatan ini. Beliau mempersiapkan sebuah buku
berjudul “Teori Evolusi”, sebuah rangkuman dari penelitian dan pengkajian beliau
yang dalam tentang teori evolusi. Beliau menanggung sendiri semua biaya yang
dikeluarkan untuk pencetakan dan penggandaan buku tersebut dari uang hasi
penjualan beberapa harta warisan yang beliau terima dari keluarganya. Kemudian
beliau membagi-bagikan buku-buku tersebut secara gratis kepada para mahasiswa
dan mendiskusikannya dengan siapapun yang ditemuinya. Buku ini memuat ulasan
yang sangat lengkap yang membuktikan bahwa teori evolusi adalah sebuah
kebohongan yang tidak logis dan tidak memiliki nilai ilmiah sama sekali. Setiap
orang yang berdiskusi dengan beliau dapat dengan jelas memahami bahwa teori
evolusi tidak memiliki kebenaran ilmiah sedikitpun. Sehingga seseorang dapat
dengan mudah memahami fakta bahwa tak satu makhluk hidup pun yang dapat muncul
di dunia ini secara kebetulan kecuali dengan kehendak Allah. Namun sebagian
mahasiswa yang taklid secara buta terhadap pemikiran materialisme, kendatipun
telah mengetahui kebenaran, secara terang-terangan menyatakan pengingkaran
mereka. Beberapa diantara mereka sampai berani mengatakan: ”” Lebih dari itu, beberapa
mahasiswa militan di universitas tersebut secara terang-terangan mengancam Adnan
Oktar dengan mengatakan bahwa nyawa beliau dalam bahaya jika beliau tidak mau
berhenti dari aktifitasnya. Namun semua tekanan dan ancaman ini hanyalah membuat
tekad Adnan Oktar semakin kuat dan kokoh. Reaksi yang keras dan kekhawatiran
dari kaum materialis dan atheis adalah bukti yang nyata bahwa Adnan Oktar berada
pada pihak yang benar. Di universitas yang didominasi oleh kaum Marxis, dimana
sering terjadi perbuatan anarki, setiap hari puluhan orang mati terbunuh. Dalam
kondisi yang demikian, beliau secara terbuka mendakwahkan tentang keberadaan dan
keesaan Allah serta kemuliaan Al Qur’an. Di sebuah institusi pendidikan dimana
orang-orang menyembunyikan keimanan mereka, beliau secara rutin datang ke masjid
Molla dan melakukan sholat tanpa mengindahkan semua tanggapan dan ancaman yang
ditujukan kepadanya.
Adnan Oktar selalu menghadiri
kuliah-kuliah dengan membawa dokumen-dokumen saintifik serta kumpulan
riset-risetnya dan melakukan diskusi dengan para staf pengajar mengenai filsafat
materialistik dan teori evolusi. Pada saat itu, ada dua orang staf pengajar yang
tak henti-hentinya berbicara tentang evolusi dan melakukan propaganda atheisme.
Karenanya, dua orang ini menjadi populer dan dihormati di kalangan para
mahasiswa Marxis. Namun ketidakbecusan dalam mempertahankan pendapat mereka
dalam diskusi-diskusi mereka dengan Adnan Oktar, ditambah dengan jawaban-jawaban
yang tidak logis yang mereka berikan telah secara gamblang memperlihatkan
kegagalan dan kepalsuan dari teori-teori yang mereka ajarkan kepada para
mahasiswa.
Suatu hari setelah kuliah, satu dari staf pengajar ini melakukan diskusi singkat namun cukup mengena dengan Adnan Oktar mengenai kebuntuan teori evolusi. Pengajar ini tidak mampu memberikan penjelasan dan jawaban yang masuk akal atas dokumen-dokumen saintifik dan penjelasan logis yang diberikan Adnan Oktar. Segala yang ia dapat lakukan adalah tergopoh-gopoh meninggalkan tempat itu. Kekalahannya dalam berdiskusi di hadapan mata para mahasiswa membuatnya sangat terpukul. Semenjak itu, staf pengajar yang biasanya membuat pembicaraan filsafat yang “serius” dan panjang dengan para mahasiswanya di koridor-koridor setelah kuliah kini terlihat tergesa-gesa untuk menuju kantornya agar tidak bertemu dengan Adnan Oktar. Sebagian besar dari para mahasiswa Universitas Mimar Sinan pada masa itu mengetahui tentang hal ini.
Suatu hari setelah kuliah, satu dari staf pengajar ini melakukan diskusi singkat namun cukup mengena dengan Adnan Oktar mengenai kebuntuan teori evolusi. Pengajar ini tidak mampu memberikan penjelasan dan jawaban yang masuk akal atas dokumen-dokumen saintifik dan penjelasan logis yang diberikan Adnan Oktar. Segala yang ia dapat lakukan adalah tergopoh-gopoh meninggalkan tempat itu. Kekalahannya dalam berdiskusi di hadapan mata para mahasiswa membuatnya sangat terpukul. Semenjak itu, staf pengajar yang biasanya membuat pembicaraan filsafat yang “serius” dan panjang dengan para mahasiswanya di koridor-koridor setelah kuliah kini terlihat tergesa-gesa untuk menuju kantornya agar tidak bertemu dengan Adnan Oktar. Sebagian besar dari para mahasiswa Universitas Mimar Sinan pada masa itu mengetahui tentang hal ini.
![]() |
Ketika pertama kali
mendakwahkan Islam di Universita Mimar Sinan, Adnan Oktar hanyalah seorang diri.
Orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama dan mendukung beliau
secara penuh belum nampak ataupun menyertai beliau dalam periode tersebut. Namun
kurangnya dukungan tidak merubah komitmen beliau. Beliau sadar bahwa Allah
adalah satu-satunya Penolong dan beliau melakukan ini semua demi mendapatkan
keridhaan Allah. Kadang ada beberapa pemuda yang mendengarkan dan setuju dengan
ide beliau. Namun ini hanyalah sebatas ketertarikan yang tidak pernah berkembang
menjadi dukungan penuh. Tiga tahun telah berlalu di Universitas Mimar Sinan dan
dalam jangka waktu tersebut, Adnan Oktar berusaha untuk menemukan orang-orang
yang dapat memahami keberadaan Allah. Ini adalah periode dimana beliau melakukan
sebuah perjuangan ideologi melawan Marxisme dan atheisme seorang diri dengan
sarana yang beliau miliki. Lama kelamaan para tokoh Marxis di kampus mulai
menghindari beliau. Merasa tak mampu membantah argumentasi saintifiknya tentang
teori evolusi dan Marxisme, mereka tak dapat melakukan apa-apa lagi kecuali
mencemooh dan mengkritik jenggot, pakaian serta cara hidup beliau
Adnan Oktar memperoleh nilai
yang tinggi dalam tes masuk Universitas Mimar Sinan. Beliau memiliki kemampuan
yang mengagumkan dalam bidang seni lukis. Beliau dapat saja dengan mudah
mengambil jurusan seni rupa dan mencapai karir hingga puncaknya. Beliau mungkin
saja berpikir, ”Pertama-tama biarlah saya mencapai apa yang saya cita-citakan
dan setelah itu baru saya akan mendakwahkan Islam”; namun beliau tidak
melakukannya. Beliau menghabiskan seluruh waktu, energi dan sarana yang ada
untuk tujuan yang satu. Ketiadaan pendukung selama tahun-tahun ini sebenarnya
dapat saja mendorong Adnan Oktar untuk berpikir bahwa segala usahanya telah
sia-sia dan lebih baik berhenti. Namun beliau tidaklah demikian. Berbekal tekad
dan komitmen, beliau terus berdakwah menyebarkan kalimat Allah kepada
orang-orang di sekitar beliau dengan senantiasa mengingat perkataan Bediuzzaman
Said Nursi, ”Yang dibutuhkan bukanlah keahlian dalam mengumpulkan jumlah
pendengar yang banyak, akan tetapi bagaimana untuk mendapatkan keridhaan Allah”.
Akhirnya di tahun 1982, untuk pertama kali, beberapa mahasiswa baru Universitas
Mimar Sinan memutuskan untuk mendukung Adnan Oktar dalam dakwahnya. Seiring
dengan bergantinya bulan dan tahun, jumlah para pemuda yang sependapat dengan
beliau bertambah. Keajaiban dalam ciptaan Allah, kepalsuan pandangan-pandangan
golongan Marxis yang merupakan ideologi dominan waktu itu adalah tema utama dari
pembicaraan Adnan Oktar dengan para pemuda ini. Ambisi utama beliau adalah untuk
mengarahkan para pemuda tersebut agar menjadi orang-orang yang terhormat. Dari
tahun 1982 hingga 1984, sebuah kelompok yang beranggotakan sekitar 20-30 orang
telah terbentuk. Pada tahun 1984, beberapa pemuda yang merupakan anak dari
kalangan keluarga terhormat di Istanbul diperkenalkan kepada beliau. Mereka
berasal dari keluarga yang dikenal, memiliki kedudukan serta status ekonomi yang
tinggi dalam masyarakat. Selama berdiskusi dengan Adnan Oktar, para pemuda ini
memahami secara menyeluruh pentingnya nilai-nilai akhlaq dan mulai merubah pola
hidup mereka. Ketaatan mereka terhadap akhlaq Islam sungguh membuat takjub
masyarakat di sekitar mereka tinggal. Selama dua tahun setelah tahun 1984,
pembicaraan yang diadakan bersama dengan para pemuda yang waktu itu masih duduk
di bangku sekolah menengah tingkat atas swasta di Istanbul berkisar masalah
akhlaq. Selama tahun-tahun ini, Adnan Oktar tidak lagi belajar di universitas
Mimar Sinan. Beliau terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah fakultas baru di
Universitas Istanbul, jurusan Filsafat. Para pemuda yang bertemu Adnan Oktar
sangatlah bersimpati kepada beliau dan sangat kagum atas perilaku, pandangan dan
sikap beliau yang santun. Oleh karena para pemuda ini juga memperkenalkan beliau
kepada teman-teman mereka, sejumlah besar siswa sekolah menengah tingkat atas
berkesempatan untuk bertemu dengan beliau. Nama beliau muncul untuk pertama kali
di majalah Nokta (Titik) pada tahun 1986 dan ini adalah kali pertama beliau
dikenal masyarakat luas.
Ihwal tentang Adnan Oktar
muncul sebagai berita utama pada majalah Nokta setelah kunjungan Rusen Cakir,
seorang koresponden majalah tersebut, ke sebuah masjid dimana Adnan Oktar
melakukan pertemuan dan diskusi dengan para rekannya. Laporan yang di muat
dengan judul “”
ini berkisah tentang Adnan Oktar dan cara beliau mengkomunikasikan pesan-pesan
Islam kepada para pemuda di sekelilingnya. Selama periode ini, banyak para
mahasiswa universitas, kebanyakan dari Universitas Bosphorus yang merupakan
salah satu universitas paling ternama di Turki, mulai berdatangan dan ikut
berdiskusi dengan Adnan Oktar. Hingga awal musim panas di tahun yang sama, pihak
media masa memuat laporan tentang Adnan Oktar hampir setiap hari. Banyak surat
kabar yang menampilkan nama beliau dalam judul laporan utama. Keberhasilah Adnan
Oktar dalam mendakwahkan pesan-pesan Islam kepada lapisan masyarakat yang
terkesan paling jauh dari agama sungguh mengejutkan kalangan media
masa.
Ketika itu, karya Adnan Oktar
tentang Yahudi dan freemasonry sebentar lagi akan diterbitkan. Adnan Oktar
memusatkan kerja kerasnya untuk masalah yang satu ini mengingat dalam Al Qur’an
Allah memalingkan perhatian kita kepada kaum Yahudi, salah satu musuh terbesar
kaum mukmin. Dari penelitiannya, Oktar sampai pada kesimpulan bahwa aktifitas
Zionisme di negara Turki dilakukan oleh freemasonry, sebuah kelompok rahasia.
Ada pengaruh yang terselubung namun meluas dari freemasonry pada kantor-kantor
pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan tinggi, organisasi-organisasi politik dan
media masa. Misi utama mereka adalah untuk secara bertahap menjauhkan bangsa
Turki dari nilai-nilai spiritual, religius dan moral dan menjadikan mereka
seperti binatang sebagaimana yang tercantum dalam Taurat yang sudah diubah-ubah.
Untuk mencapai tujuan ini, pandangan para materialis, teori evolusi dan pola
hidup yang amoral dan bertentangan dengan agama disebarluaskan kepada
masyarakat. Para anggota freemasonry di semua lembaga pemerintahan, media masa
dan institusi pendidikan memegang kendali utama dalam melaksanakan indoktrinasi
ini secara besar-besaran. Inilah yang menyebabkan Adnan Oktar memusatkan
perhatiannya kepada masalah tersebut. Dengan melalui rintangan yang sangat
berat, akhirnya beliau berhasil mendapatkan publikasi-publikasi yang asli dari
kaum freemasonry yang sebenarnya dikhususkan untuk kalangan mereka sendiri. Buku
diterbitkan pada periode ini dan merupakan
sebuah hasil dari penelitian yang mendalam dan terinci yang dilakukan terhadap
literatur-literatur asli freemasonry selama bertahun-tahun. Penerbitan buku
Yahudi dan freemasonry waktu itu menjadi titik kulminasi bagi Adnan Oktar.
Masyarakat luas mendapatkan akses ke “dalam” freemasonry, sebuah organisasi yang
melakukan aktifitasnya secara rahasia. Buku ini membeberkan daftar anggota
kuil-kuil Freemason, jabatan tiap-tiap anggota dalam organisasi tersebut, daftar
orang-orang Freemason yang duduk dalam pemerintahan, berbagai perusahaan dan
institusi Freemason, aktifitas-aktifitas mereka, kekuatan ekonomi dan politik
yang dipegang oleh Freemason. Sumber utama dari segala informasi ini adalah
publikasi asli dari Freemason. Pendek kata, buku ini membongkar wajah gelap dari
freemasonry, yakni sebuah kelompok rahasia yang memiliki hubungan akrab dengan
Zionisme. Dalam buku tersebut, para pembaca dapat mengetahui tentang aktifitas
Freemason yang memiliki keterkaitan erat dengan cita-cita kaum Zionis, struktur
organisasi dan hirarki dari freemasonry, simbol-simbol dan acara-acara ritual,
hubungan antara freemasonry dan agama Yahudi, kitab Taurat yang telah dirubah
dan tradisi Kabbalah.
Terbongkarnya bagian paling
rahasia dari para freemasonry di hadapan umum tentunya tidak disukai oleh para
anggota organisasi terselubung ini. Di lain pihak, sebagian keluarga-keluarga
elit merasa terganggu dikarenakan anak-anak mereka mulai merubah gaya hidup
mereka dan mulai melaksanakan kewajiban-kewajiban agama. Pada intinya, dua
faktor inilah yang mendorong kaum Freemason berupaya untuk menghentikan
aktifitas Adnan Oktar.
Mulanya, melaluimereka menawarkan sejumlah besar uang
kepada Adnan Oktar agar mau . Setelah mendapatkan jawaban
“tidak”, mereka mulai mengancam beliau. Setelah cara yang kedua ini pun gagal,
mereka lalu menahan Adnan Oktar dengan tuduhan melakukan tindak kriminal yang
beliau sendiri tidak pernah mengetahuinya. Berita yang beredar kemudian
mengatakan bahwa alasan beliau ditahan adalah karena perkataan beliau:
dalam
wawancara yang dimuat di sebuah surat kabar. Di saat yang bersamaan, laporan
palsu, berita yang tidak ada buktinya dan fitnah terhadap beliau mulai
bermunculan di media masa. Sudah pasti bahwa kelompok freemasonry menganggap
beliau sebagai ancaman yang serius bagi eksistensi mereka. Sebelum segala
sesuatunya terlambat, mereka mengambil inisiatif untuk menghentikan
aktifitasnya.
|
Adnan Oktar dikurung di
ruangan bersama para pasien penyakit jiwa yang berbahaya. Rekan-rekannya hanya
diperbolehkan menjenguknya 5 – 10 menit di balik jeruji besi. Beliau seringkali
mengingatkan kepada para penjenguknya, “Janganlah khawatir, Allah bersama
kita.”
Adnan Oktar mula-mula ditahan
dan ditempatkan dalam sebuah penjara. Lalu, beliau dipindahkan ke rumah sakit
jiwa Bakirköy dan ditempatkan di bawah pengawasan dengan alasan yang
dibuat-buat, yakni bahwa secara mental beliau tidak sehat. Dalam rumah sakit
tersebut beiau di tempatkan di ruang 14A, sebuah bagian khusus tempat tinggal
pasien-pasien yang sangat berbahaya dan orang-orang yang kebal hukuman.
Pembunuhan adalah kejadian biasa bagi para pasien sakit jiwa ini, sehingga Oktar
diperkirakan akan menjadi korban dari salah seorang di antara mereka. Untuk
beberapa lama dan beliau diperlakukan secara biadab. Secara paksa,
beliau diberi obat yang mengganggu kesadarannya. Di sisi lain, para sahabat
beliau yang masih muda yang secara diam-diam berhasil menjenguk dan melihatnya
menyaksikan bahwa beliau tidak pernah kehilangan komitmen dan semangat selama
berada di rumah sakit tersebut. Segala sesuatu yang beliau alami justru
meningkatkan komitmennya. Ekspresi wajah beliau yang terlihat dalam foto yang
diambil di depan jendela jeruji merupakan indikasi yang terang bahwa Adnan Oktar
bertekad untuk meneruskan perjuangannya. Oktar dimasukkan dalam penjara dan
rumah sakit jiwa secara keseluruhan selama 19 bulan untuk kemudian dinyatakan
terbukti tidak bersalah dan dibebaskan oleh pengadilan karena pernyataanya
terbukti tidak bersifat ofensif. Setelah dibebaskan, beliau melihat bahwa selama
berada di rumah sakit jiwa, jumlah pendukung dari kalangan muda meningkat pesat.
Sebagian dari mereka melihat beliau untuk pertama kali di rumah sakit tersebut.
Karena ada larangan mengunjungi beliau, mereka hanya dapat melihatnya dibelakang
jeruji besi rumah sakit. Pembicaraan yang berlangsung beberapa menit yang mereka
lakukan dengan Adnan Oktar di belakang jeruji besi ini -seseorang hanya dapat
pergi ke tempat tersebut dengan memanjat pagar rumah sakit- membuat para pemuda
ini memiliki rasa kecintaan dan hormat yang mendalam
terhadapnya.
Semenjak tahun 1979, yakni
ketika Adnan Oktar mulai mendakwahkan Islam, tujuan beliau yang utama adalah
membongkar wajah asli dari teori evolusi. Teori evolusi selalu menjadi topik
yang memiliki prioritas di atas yang lain. Dengan kebulatan tekad, beliau
melakukan aktifitas-aktifitasnya melawan Darwinisme. Pada tahun 1986, beliau
mengumpulkan semua hasil risetnya yang berharga mengenai Darwinisme dalam buku:
“”. Dengan menggunakan sumber-sumber
ilmiah, buku ini membeberkan kebuntuan teori evolusi dan menyodorkan fakta
penciptaan. Selama bertahun-tahun, buku tersebut dijadikan rujukan utama
anti-Darwinisme. Dalam tahun-tahun tersebut, para pendukung Adnan Oktar juga
memusatkan pekerjaan mereka dalam masalah ini. Mereka mengerahkan segala upaya
untuk memberitahukan kepada orang-orang tentang kebohongan teori evolusi. Di
kampus-kampus dan sekolah-sekolah, penjelasan ilmiah tentang kebohongan teori
Darwin disebar luaskan kepada para pelajar. Hal ini merupakan kejutan besar bagi
staf pengajar senior yang meyakini secara buta ajaran Darwinisme. Ini adalah
kali pertama dalam hidup mereka menjumpai mahasiswa-mahasiswa yang tahu banyak
tentang teori evolusi. Yang membuat mereka terkejut, ternyata para pemuda ini
mengetahui teori tersebut lebih banyak dari mereka sendiri dan mempertahankan
teori penciptaan dengan argumen-argumen yang meyakinkan. Di beberapa
universitas, diselenggarakan konferensi tentang teori evolusi. Para mahasiswa
dan staff pengajar yang atheis yang antusias mengikuti konferensi ini merasa
kecewa dan terkejut dengan bukti-bukti ilmiah yang dibeberkan dalam konferensi
tersebut. Berita bahwa teori evolusi ternyata tidak terbukti secara ilmiah
bahkan tersebar di berbagai pameran buku, pusat-pusat kebudayaan hingga di
kendaraan-kendaraan umum. Ini hanyalah pembukaan dari kampanye yang sedianya
akan diadakan pada tahun 1998. Tujuan kampanye tersebut sangatlah jelas:
Hingga saat Adnan Oktar
dibebaskan pada tahun 1988, kebanyakan dari teman-teman beliau telah berada di
bangku Universitas. Usaha Adnan Oktar untuk menyebarkan pesan-pesan Islam dan
nilai-nilai moral tidak lagi terbatas di sekolah-sekolah. Saat itu adalah kali
pertama ketika berbagai lapisan masyarakat menerima pandangan-pandangan
tersebut. Adnan Oktar dan teman-temannya memikul tanggung jawab untuk
mengingatkan para generasi muda yang tidak memiliki tujuan hidup kecuali
menikmati hidup mereka sepuas-puasnya, bahwa mereka akan dimintai pertanggung
jawaban atas segala yang mereka perbuat dan pikirkan dan bahwa mereka pada
akhirnya akan dihisab di hadapan Allah. Oleh karena itu mereka menasehati para
pemuda ini agar merubah sikap dan perilaku hidup mereka dengan mengarahkan diri
mereka sesuai dengan kehendak Allah. Sungguh, beberapa dari mereka yang telah
terjerumus dalam kehidupan yang penuh kenistaan meninggalkan cara hidup yang
merugikan ini dan berubah menjadi orang-orang yang sadar dan penuh rasa tanggung
jawab. Sadar bahwa seseorang tidak akan pernah memperbaiki perilakunya
sebagaimana ajaran Islam tanpa keikhlasan, Adnan Oktar menasehati para pemuda
yang mengelilinginya agar menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuan utama hidup
mereka. Beliau selalu berpesan bahwa setiap orang akan dihisab di hadapan Allah
dan oleh karenanya mereka hendaknya berperilaku sebaik mungkin dalam kondisi
apapun.
![]() |
Dua tahun setelah beliau
dibebaskan pada tahun 1988, Adnan Oktar meletakkan landasan ideologi dari
Lembaga Riset Sains (Science Research Foundation, SRF) yang didirikan pada tahun
1990. Beliau menyelenggarakan diskusi-diskusi tenta ng nilai-nilai moral dengan
rekan-rekan beliau yang memiliki pandangan yang sama. Pada masa inilah pijakan
intelektual dari SRF dibentuk dengan masukan-masukan dari Adnan Oktar. Akhirnya,
pada bulan Januari 1990, Adnan Oktar dan rekan-rekan mudanya mendirikan SRF
untuk melaksanakan aktifitas mereka melalui sebuah institusi dan agar dapat
menjangkau masyarakat luas. Lembaga ini memungkinkan diselenggarakannya beberapa
aktifitas; anggota lembaga tersebut menerbitkan buku-buku dan melakukan kajian
kultural, menyelenggarakan berbagai panel, diskusi dan konferensi untuk
mempertahankan dan menghidupkan nilai-nilai moral. Setelah pendirian lembaga
tersebut, sebuah penggerebekan besar dilakukan oleh polisi terhadap sekitar 100
orang yang sedang menghadiri pertemuan rutin. Lebih dari seratus anggota ditahan
dan diinterogasi oleh polisi. Di hari berikutnya, beberapa media masa milik
freemasonry memberitakan kisah penggerebekan ini sebagaimana sebuah sindikat
kejahatan besar telah tertangkap. Sebagian besar dari anggota tersebut
dibebaskan setelah 3-4 jam. Namun berita bohong dan tuduhan keji yang
diberondongkan oleh media mas a berlangsung selama beberapa hari. Kalangan pers
menulis skenario yang tidak masuk akan tentang Adnan Oktar dan para anggota SRF.
Tujuan utama pemberitaan yang subyektif ini adalah untuk membohongi pihak
keamanan dan institusi peradilah dengan berbagai tuduhan yang dibuat-buat. Namun
segala upaya ini sia-sia belaka. Adnan Oktar yang ditahan dan diinterogasi
selama seminggu akhirnya dibebaskan karena tidak ditemukannya elemen kejahatan
dalam peristiwa tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa kelompok yang sama
melakukan ini semua sebagai cara untuk memberikan peringatan keras.
![]() |
Selama tahun 1990, aktifitas
SRF terus berjalan dengan tekad yang lebih kuat. Di pertengahan tahun 1991, dua
orang anggota Lembaga melangsungkan pernikahan secara resmi. Akan tetapi
keluarga dari kedua mempelai melakukan gugatan terhadap pernikahan tersebut.
Anehnya Adnan Oktar lah yang disalahkan atas terjadinya pernikahan yang wajar
tersebut, yang tidak mengandung satu unsur pun yang tidak sah. Alasan tersebut
mengakibatkan Adnan Oktar ditahan lagi. Namun kali ini keberadaan makar yang
terselubung sangatlah terlihat. Para petugas yang menggerebek rumah Adnan Oktar
di Ortaköy dimana beliau tinggal dengan ibunya menemukan satu paket kokain yang
terselip dalam sebuah buku. Terdapat sekitar seribu buku dalam rak-rak yang
menutupi dua tembok rumahnya, dan para petugas tersebut menemukan kokain dalam
waktu beberapa menit saja seolah-olah mereka lah yang baru saja menaruh kokain
di tempat itu. Segera setelah kejadian ini Adnan Oktar yang saat itu berada di
Izmir dengan beberapa rekan beliau ditahan. Beliau kemudian dipindahkan ke
Markas Besar Keamanan, Istanbul, dan ditahan selama 62 jam. Setelah itu, beliau
dikirim ke Lembaga Kedokteran Forensik (Forensic Medicine Institution) untuk
menjalani test kokain. Hasil test tersebut sungguh sangat mengejutkan! Dosis
tinggi dari produk metabolisme kokain terdeteksi dalam darah beliau! Tetapi
setelah beberapa lama, bukti-bukti menunjukkan bahwa ini adalah sebuah makar.
Pertama-tama, kokain yang dianggap telah ditemukan di rumah Adnan Oktar ternyata
bagian dari makar tersebut. Beberapa saat sebelum makar ini dilakukan, Adnan
Oktar memperoleh firasat bahwa ada rencana jahat yang sedang ditujukan
terhadapnya sehingga beliau meninggalkan rumahnya di Ortaköy, Istanbul. Lalu
beliau menelpon ibunya dan mengatakan bahwa kemungkinan besar sebuah
. Ibu
Adnan Oktar, Ny. Mediha Oktar lalu memanggil salah seorang tetangga dan penjaga
rumah dan mereka bersama-sama membersihkan rumah secara keseluruhan,
membersihkan debu yang menempel pada buku-buku di atas rak-rak satu per satu.
Kendatipun Adnan Oktar tidak pernah pulang ke rumah setelah pembersihan ini, 16
petugas polisi yang menggerebek rumah tersebut dengan tiba-tiba menemukan “satu
paket kokain” dalam sebuah buku. Tetangga Ny. Mediha Oktar dan penjaga pintu
memberikan kesaksian pribadi mereka di hadapan umum dengan mengatakan bahwa,
”.”
Bagian kedua dari makar
kokain tersebut adalah adanya produk metabolisme kokain yang terdeteksi dalam
darah Adnan Oktar. Bukti-bukti ilmiah dan pengadilan membantah tuduhan ini.
Adnan Oktar berada di Markas Besar Keamanan selama 62 jam dan tes kokain
dilakukan setelah 62 jam tersebut. Dengan mengetahui kadar produk metabolisme
kokain dalam darah beliau, seseorang dapat menghitung secara pasti kadar kokain
yang masuk dalam tubuh. Di samping itu, hasil penghitungan ini dapat menunjukkan
berapa jam yang lalu kokain tersebut dikonsumsi. Dosis kokain yang terdeteksi
dalam darah Adnan Oktar ternyata berada pada level yang mematikan jika ditelan
62 jam yang lalu. Dengan kata lain, dosis kokain yang sedemikian tinggi akan
membunuh beliau jika beliau menelannya 62 jam yang lalu. Temuan ini dengan jelas
membuktikan bahwa kokain yang terdeteksi dalam darah Adnan Oktar memasuki
tubuhnya dalam kurun waktu 62 jam tersebut. Beliau diberi kokain selama beliau
ditahan di Markas Besar tersebut. Kebenaran temuan ini
juga dikonfirmasi oleh 30 lembaga kedokteran forensik internasional termasuk
Scotland Yard. Mereka semua memeriksa berkas yang dikirimkan kepada mereka yang
berisi tentang kasus ini. Kesimpulan hasil pemeriksaan mereka adalah:
”Kemudian, Lembaga Kedokteran Forensik Turki juga menkonfirmasi
Kendatipun demikian, makar kokain ini memberikan sebuah fakta
penting: ada kelompok jahat yang memiliki rasa permusuhan yang sangat mendalam
terhadap Adnan Oktar dan, oleh karenanya, menghalalkan segala cara untuk
menghalangi aktifitas beliau. Adnan Oktar mengumumkan bahwa pihaknya tengah
mempersiapkan sebuah buku baru tentang freemasonry yang akan membongkar strategi
rahasia mereka di Turki. Telah terbukti bahwa pusat-pusat Masonik (sebutan lain
dari freemasonry), yang sebelumnya telah melakukan intimidasi terhadap Oktar
melalui penahanan dan tekanan, berada di balik makar kokain tersebut.
Melalui makar kokain tersebut
terdapat niat busuk dari organisasi gelap freemasonry, yakni agar Adnan Oktar
mendekam dalam penjara selama bertahun-tahun terlepas adanya fakta yang
menunjukkan bahwa Adnan Oktar tidak pernah melakukan satu tindak kejahatan pun.
Maksud jahat yang lain adalah untuk menunjukkan bahwa beliau adalah seorang
pencandu obat terlarang sehingga hal ini akan menjatuhkan kehormatan beliau di
depan publik. Sungguh, tindakan beberapa media masa yang dikuasai oleh Freemason
yang melakukan kampanye penghinaan terhadap beliau merupakan bentuk nyata
dukungan yang mereka berikan terhadap Freemason. Beberapa surat kabar menuliskan
kata-kata penghinaan dengan huruf yang berukuran besar sebagai judul artikel
utama. Tujuan utama mereka adalah untuk menghentikan segala aktifitas
orang-orang yang memiliki komitmen dalam menyebarkan kalimat Allah dan akhlaq
yang mulia. Perjuangan Adnan Oktar berada pada posisi berhadap-hadapan dengan
cita-cita mereka, dan mereka menggunakan cara yang keji ini untuk mendirikan
sebuah masyarakat yang benar-benar materialis yang sama sekali tidak mengenal
nilai-nilai moral. Sikap subyektif yang ditunjukkan pihak media masa ini menjadi
semakin kentara di tahun-tahun berikutnya. Sebuah surat kabar yang sangat anti
terhadap Adnan Oktar menyediakan delapan kolom untuk berita yang berisi
penghinaan terhadap Adnan Oktar; namun berita bahwa Adnan Oktar telah dinyatakan
tidak bersalah dan dibebaskan oleh pengadilan tidak dimuat, atau dimuat dalam
beberapa baris saja dan itupun dengan kata-kata yang kurang pada
tempatnya.
Fakta bahwa kaum freemason
dan materialis bahu membahu dalam melawan Adnan Oktar adalah bukti yang paling
nyata bahwa beliau berada di pihak yang benar. Segala penghinaan terhadap kaum
muslimin yang disebut dalam Al Qur’an ditujukan pula terhadap beliau. Beliau
dikatakan sebagai , dan. Semua cemoohan yang menjijikkan terhadap beliau dan yang
disebarluaskan ini dikarenakan kejujuran dan kebersihannya. Namun, Adnan Oktar
sering kali menekankan bahwa penghinaan dan serangan sebagaimana yang dilakukan
sekelompok orang yang berada pada jalan yang sesat tersebut terhadap diri beliau
merupakan penghormatan bagi dirinya.
Sejumlah tuduhan dan makar
telah dilakukan terhadap Adnan Oktar karena keyakinan dan aktifitas dakwahnya.
Beliau telah ditahan berulang kali, dipenjara selama berbulan-bulan, akan tetapi
pada akhirnya senantiasa dinyatakan tidak bersalah. Gambar ini memperlihatkan
beliau sedang dibawa ke pengadilan oleh petugas keamanan.
Setelah Adnan Oktar menyusun
misi Lembaga Riset Sains, beliau mengawasi secara dekat aktifitas lembaga
tersebut selama dua tahun tanpa henti dan menjelang tahun 1991, beliau
menghabiskan seluruh waktunya untuk menulis buku. Khususnya setelah makar kokain
dilakukan terhadap beliau, beliau mengasingkan diri dengan tujuan menghindarkan
diri dari makar dan serangan yang serupa, dan untuk memberikan waktu bagi
penulisan buku-buku. Beliau menghabiskan waktu di rumah beliau. Kadang-kadang
beliau mengunjungi teman-teman beliau dan ikut serta dalam beberapa diskusi.
Beliau senantiasa menolak ketika dimintai wawancara oleh beberapa surat kabar
dan stasiun televisi meskipun mereka sangat mengharapkannya.
Dalam masa ini, keikutsertaan
Adnan Oktar dalam aktifitas Lembaga Riset Sains terbatas pada memberikan ide-ide
bagi tahap peletakan prinsip-prinsip dasar dari lembaga tersebut. Beliau hanya
dapat memberikan beberapa rekomendasi kepada anggota lembaga tersebut tentang
prinsip-prinsip Al Qur’an dan perilaku yang baik. Periode ini berlangsung hingga
12 November 1999, yakni di saat polisi melakukan operasi terhadap anggota
Lembaga Riset Sains.
Satu di antara cita-cita
Adnan Oktar adalah untuk melakukan perubahan radikal pada keyakinan masyarakat
tentang agama, yakni bahwa “”. Anggapan ini
benar-benar menjadi penghalang masuknya kebenaran Al Qur’an kepada sebagian
besar masyarakat. Mereka yang dianggap contoh teladan bagi generasi muda adalah
kaum homoseksual, penipu, orang-orang yang tidak senonoh dan lain sebagainya.
Sejumlah besar masyarakat yang mengalami degradasi, yang sama sekali tidak
memiliki nilai-nilai agama dan akhlaq, mendzalimi diri dengan mengarahkan diri
mereka ke kehancuran hari demi hari. Namun, masih ada harapan untuk
menyelamatkan sebagian besar dari orang-orang ini seandainya kepada mereka
disampaikan kebenaran. Untuk menghilangkan anggapan yang dipercayai masyarakat
luas sebagaimana di atas, Adnan Oktar melakukan inisiatif untuk menghubungi
orang-orang yang dapat melakukan perubahan “simbolik” terhadap masyarakat dan
memberitahukan kepada mereka tentang nilai-nilai moral. Inilah yang mendorong
beberapa anggota Lembaga Riset Sains melakukan kontak terhadap orang-orang yang
terkenal seperti para model, penyanyi dan artis. Hal ini diberitakan dalam jumpa
pers yang diselenggarakan oleh SRF sebagaimana berikut: ”Dialog yang dilakukan
antara anggota SRF dengan para model didasarkan atas niat untuk membuat mereka
mengenal nilai-nilai akhlaq yang baik. Khususnya selama tahun 1994-95, beberapa
anggota SRF menjalin persahabatan dengan beberapa model. Dalam masa ini, para
anggota SRF menjelaskan kepada orang-orang ini tentang degradasi moral yang
dialami masyarakat dan memberitahukan kepada mereka tentang keberadaan Allah.
Banyak buku-buku tentang keajaiban Al Qur’an dan akhlaq yang baik diberikan
kelpada mereka. Pendekatan yang tulus tersebut mengakibatkan kebangkitan
spiritual dalam diri beberapa orang tersebut.” adalah contoh yang nyata dari adanya kebangkitan spiritual
ini. Ia adalah seorang model wanita sebelum bertemu dengan anggota SRF; namun
setelah itu ia memutuskan untuk merubah cara hidupnya. Dengan segera ia
meninggalkan cara hidupnya terdahulu dan memulai kehidupan yang mulia. Ia
menghabiskan waktunya untuk melakukan studi religius dan ilmiah, dan setelah
beberapa saat ia memulai karirnya sebagai kolumnis dalam sebuah surat kabar
konservatif. Selain itu, beberapa model pria yang juga tersentuh oleh kebenaran
yang disampaikan oleh anggota-anggota SRF berhenti dari karir mereka dan memulai
merubah haluan hidup mereka ke arah yang sama sekali berbeda dengan yang
sebelumnya.
Di awal 1998, Adnan Oktar dan
teman-teman melakukan kampanye intelektual besar-besaran melawan Darwinisme.
Kampanye ini diawali dengan menyebarkan secara gratis ribuan buku karya Adnan
Oktar, yang berjudul dan
selebaran lain yang diambil dari buku tersebut disebarkan di seluruh penjuru
Turki. SRF lalu menyelenggarakan serentetan konferensi “” di seluruh Turki. Tiga
konferensi pertama yang diselenggarakan di Istanbul dan Ankara menampilkan para
ilmuwan tingkat dunia dari Amerika sebagai pembicara. Kemudian konferensi yang
serupa diselenggarakan di 120 kota besar dan kecil di Turki. Dalam konferensi
tersebut, anggota SRF, masing-masing dengan bidang spesialisasi mereka,
memberikan ceramahnya. Tujuan dari semua ini adalah untuk membungkam dengan
bukti-bukti ilmiah ajaran , sebuah teori bohong
yang disebarkan dengan kedok sains. Sehingga dengan konferensi ini pemikiran dan
pemahaman kaum materialis menjadi hancur lebur. Aktifitas yang dilakukan oleh
SRF dibawah pimpinan Adnan Oktar tersebut meraih keberhasilan yang besar.
Orang-orang, yang dulunya tidak memiliki pengetahuan tentang teori evolusi, saat
itu mendapatkan kesempatan untuk mengetahui bagian dalam dari teori evolusi dan
berbagai dimensi dari pemalsuan saintifik yang telah tersebar ke seluruh dunia.
Rakyat Turki akhirnya menyadari fakta bahwa sistem pendidikan yang ada ternyata
didasarkan pada pendoktrinan teori evolusi terhadap otak genearsi muda. Ini
adalah bagian dari rencana tersembunyi dalam penghancuran nilai sosial dan moral
generasi masa depan. Di samping itu, mereka mendapatkan kesempatan untuk
mengetahui bahwa filsafat materialis dan teori evolusi, yang disebut-sebut
sebagai dasar pijakan ilmiah dari filsafat materialis tersebut, adalah sumber
dari ajaran komunisme, penyebab munculnya tindakan anarki dan teror di berbagai
negara. Penerbitan buku-buku, penyelenggaraan konferensi, pembuatan kaset video
dan CD adalah bagian dari aktifitas-aktifitas pokok yang dilakukan dengan
kontribusi dari SRF. Beragam produksi tersebut pada intinya berkisar seputar
masalah kebohongan teori evolusi, latar belakang ideologi dari teori tersebut
serta fakta penciptaan. Buku-buku tersebut ditulis dengan nama pena
“” dan produk-produk yang dihasilkan
oleh SRF terdiri dari lebih dari 100 buku yang membahas masalah politik,
saintifik dan agama, 5 film dokumentari, lusinan kaset dan CD interaktif seputar
teori evolusi dan fakta penciptaan. Koleksi yang berkualitas tinggi dengan
tampilan yang menarik serta isi yang sahih atau diakui keabsahannya ini
merupakan sumber materi yang penting.
Segala aktifitas yang penuh
komitmen ini sangat membuat geram dan marah pihak-pihak tertentu. Dengan
dukungan dari kelompok materialis dan freemason, mereka melakukan serangan
terhadap aktifitas-aktifitas SRF. Mereka mengeluarkan pernyataan seperti:
“” Tujuannya tiada lain adalah untuk
mencegah segala kajian ilmiah yang menyangkal teori evolusi. Mereka menjadi
marah dan merasa tidak mampu melawan pukulan mematikan yang diberikan oleh
aktifitas SRF terhadap filsafat mereka. Mereka hanya mengklaim agar semua
aktifitas ini dihentikan sesegera mungkin, tanpa memberikan argumentasi ilmiah
apapun. Di mata masyarakat Turki, mereka terlihat tidak mampu berdiri
mempertahankan serangan total terhadap teori evolusi yang mereka yakini secara
buta. Perjuangan Adnan Oktar dan kawan-kawan untuk membuktikan kebohongan teori
evolusi berlangsung hingga musim gugur tahun 1999. Ini berbarengan dengan saat
ketika berita tentang ”, sebuah
karya besar Harun Yahya yang terdiri atas tiga volume, beredar…sebuah ancaman
besar bagi beberapa kelompok tertentu. Tanpa mengambil resiko, mereka
merencanakan makar, melontarkan tuduhan dan membuat provokasi. Beberapa saat
kemudian terjadi operasi besar polisi Republik Turki! Sudah barang tentu Adnan
Oktar secara terang-terangan tidak dituduh “mengajak orang kepada jalan Allah,
mengingatkan mereka akan Allah, agama dan akhlaq Islam yang baik, dan agar
mereka menjauhi materialisme, kekufuran dan akhlaq yang buruk.” Di mata mereka
yang ingin menghalangi beliau, ini semua adalah “tindak kejahatan” yang beliau
lakukan. Sementara itu, media masa, seperti biasanya, melakukan tugasnya dengan
menyebarkan kenyataan yang ada sebagai gambaran yang sama sekali berbeda kepada
masyarakat…Menjelang tanggal 12 Nopember 1999, beberapa media masa yang sangat
anti terhadap Adnan Oktar menggunakan cara yang biasa mereka gunakan untuk
menyebarkan penghinaan, tuduhan palsu, skenario dan segala kebohongan.
Penghinaan dan kebohongan yang tak terbayangkan muncul di media masa setiap hari
dan sangatlah menarik bahwa ini semua satu demi satu di bantah dengan kebohongan
yang lain. Apa yang dilakukan media masa tersebut hanyalah pencerminan dari rasa
permusuhan mereka terhadap Adnan Oktar selama bertahun-tahun. Namun, seperti
yang Adnan Oktar selalu katakan, mereka sebenarnya tunduk kepada kehendak Allah
dan, kendatipun tidak menyadarinya, mereka menjalankan peran yang diperuntukkan
bagi mereka yang sebaik mungkin sebagaimana yang telah Allah takdirkan untuk
mereka.
Mereka tidak menyadari bahwa
mereka sebenarnya melakukan peran mereka dalam kehidupan kaum muslimin dalam
artian bahwa kaum muslimin diuji dan mendapatkan keridhaan Allah melalui apa
yang mereka perbuat terhadap kaum muslimin. Di samping itu, ini adalah cara
bagaimana Allah menjadikan orang-orang yang memperjuangkan kebenaran terlihat
jelas agar dikenali oleh setiap orang.
Berpedomankan ayat Al Qur’an:
” (QS.
Fushshilat, 41:34), beliau melakukan pendekatan secara baik-baik dan toleran
kepada mereka yang memiliki rasa permusuhan terhadap beliau. Dan beliau
menekankan fakta bahwa, ””. Kesempurnaan takdir
yang diciptakan Allah insya Allah akan disaksikan oleh setiap orang.
Resource: Harun Yahya's Artikel melalui www[dot]pakdenono[dot]com





No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: