Saturday, April 13, 2013

Kita dan Sahabat



Indahnya Persahabatan

Pelajaran berharga hari ini. Saya merasa agak sedikit kesal karena diabaikan oleh orang-orang t’lah saya anggap bagian penting dalam kehidupan saya, akan tetapi mereka tidak merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan; hal lumrah yang sering terjadi. Mungkin kawan-kawan pernah mengalami hal yang sama.  Eits tunggu dulu, bukan itu yang akan kita share disini tetapi pelajarannnya.
Di balik kejadian ada hal menarik yang bisa kita petik jika mau mengambil hikmah dan belajar dari apa yang diajarkan Allah melalui kejadian kepada kita.

Kita mungkin mencoba untuk menetralisir kebencian dalam hati agar tidak menimbulkan dampak masalah yang lebih jauh ketika terjadi permasalahan. Hal bagus yang memang harus dilakukan apabila kita merasa ada masalah pada diri kita dengan orang lain atau apapun yang mencoba mengusik ketenangan  kita. Ingat, “Kita bisa mengubah respon terhadap kejadian hidup kita.”
Saya ingin bertanya, Apakah kawan-kawan pernah merasa jengkel, sewot, atau cuek benci ketika sedang ada masalah tetapi orang lain datang kepadamu dengan bahagia dan raut wajah cerianya? Sedangkan kamu tidak mood, sedang malas berbicara pada orang lain, sedih, jengkel, dan lain sebagainya, tiba-tiba ada teman datang dengan raut muka yang berseri-seri, berteriak riang, seakan mereka menari-nari diatas penderitaan kamu?
Yah, bagus kalo kamu pernah mengalaminya. Kalau yang belum, berdoa aja he he he, Kalau mau…!
Nah kawan, Setelah hal diatas coba posisikan ketika kamu sedang berbahagia, raut wajah berseri-seri, hati senang, seakan dunia milik kamu sendiri, lalu kamu menghampiri temanmu dengan suasana hati yang berbahagia tersebut, kamu menyambutnya dengan penuh kehangatan, dan lain-lainnya, tetapi ia tidak respek terhadap kamu, acuh tak acuh, seakan kamu tidak ada artinya bagi dia. Kira-kira bagaimana perasaanmu, kawan?
Tak usah dipikirkan, barang tentu saja kebahagiaan kamu menurun 40% he he. Diam-diam hati mulai jengkel, “Kenapa sih ini orang, gak nyamanin banget?!” he he barangkali seperti itu perasaan kawan-kawan.
Tapi mari kita ambil hikmah, kira-kira mengapa tuhan membiarkan kita mengalami kedua situasi diatas?
Yaps! Tidak salah lagi kawan, yaitu agar kita saling mengerti bagaimana keadaan orang lain.
Kawan, ketika kawan menghadapi  salah satu situasi diatas, coba situasikan posisi kita pada posisi orang lain. Insya Allah, hidup lebih damai dan kita akan belajar menjadi dewasa lebih cepat dari orang lain.
Segitu dulu ya, semoga bermanfaat. J

No comments:

Post a Comment

Name:
Subject:
Messages: