![]() |
| Indahnya Persahabatan |
Pelajaran berharga hari ini. Saya merasa agak sedikit kesal
karena diabaikan oleh orang-orang t’lah saya anggap bagian penting dalam
kehidupan saya, akan tetapi mereka tidak merasakan hal yang sama seperti yang
saya rasakan; hal lumrah yang sering terjadi. Mungkin kawan-kawan pernah
mengalami hal yang sama. Eits tunggu
dulu, bukan itu yang akan kita share disini tetapi pelajarannnya.
Di balik kejadian ada hal menarik yang bisa kita petik jika
mau mengambil hikmah dan belajar dari apa yang diajarkan Allah melalui kejadian
kepada kita.
Kita mungkin mencoba untuk menetralisir kebencian dalam hati
agar tidak menimbulkan dampak masalah yang lebih jauh ketika terjadi
permasalahan. Hal bagus yang memang harus dilakukan apabila kita merasa ada
masalah pada diri kita dengan orang lain atau apapun yang mencoba mengusik
ketenangan kita. Ingat, “Kita bisa
mengubah respon terhadap kejadian hidup kita.”
Saya ingin bertanya, Apakah kawan-kawan pernah merasa
jengkel, sewot, atau cuek benci ketika sedang ada masalah tetapi orang lain
datang kepadamu dengan bahagia dan raut wajah cerianya? Sedangkan kamu tidak mood, sedang malas berbicara pada orang
lain, sedih, jengkel, dan lain sebagainya, tiba-tiba ada teman datang dengan
raut muka yang berseri-seri, berteriak riang, seakan mereka menari-nari diatas
penderitaan kamu?
Yah, bagus kalo kamu pernah mengalaminya. Kalau yang belum,
berdoa aja he he he, Kalau mau…!
Nah kawan, Setelah hal diatas coba posisikan ketika kamu
sedang berbahagia, raut wajah berseri-seri, hati senang, seakan dunia milik kamu
sendiri, lalu kamu menghampiri temanmu dengan suasana hati yang berbahagia
tersebut, kamu menyambutnya dengan penuh kehangatan, dan lain-lainnya, tetapi
ia tidak respek terhadap kamu, acuh tak acuh, seakan kamu tidak ada artinya
bagi dia. Kira-kira bagaimana perasaanmu, kawan?
Tak usah dipikirkan, barang tentu saja kebahagiaan kamu
menurun 40% he he. Diam-diam hati mulai jengkel, “Kenapa sih ini orang, gak
nyamanin banget?!” he he barangkali seperti itu perasaan kawan-kawan.
Tapi mari kita ambil hikmah, kira-kira mengapa tuhan
membiarkan kita mengalami kedua situasi diatas?
Yaps! Tidak salah lagi kawan, yaitu agar kita saling
mengerti bagaimana keadaan orang lain.
Kawan, ketika kawan menghadapi salah satu situasi diatas, coba situasikan
posisi kita pada posisi orang lain. Insya Allah, hidup lebih damai dan kita
akan belajar menjadi dewasa lebih cepat dari orang lain.
Segitu dulu ya, semoga bermanfaat. J

No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: