Kawan tahukah kamu apa itu demokrasi? Jika belum tahu asas asal barat ini mari kita coba kutip dari wikipedia google; "Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan)".
Kawan, demokrasi menjadi salah satu pembicaraan hangat di tengah panasnya kondisi politik Indonesia menuju pemilu 2014 mendatang. Demokrasi mulai disadari masyarakat sebagai produk gagal reformasi, demokrasi bebas; terlihat sebagai pembalasan dendam dan menjadi hukum rimba wujud kekerasan tahun 1998 dengan wujud pembenaran konstitusi.
Pengertian diatas jelas menyimpulkan rakyat adalah kekuasaan tertinggi, baik benar atau menyimpang dari ajaran agama atau moral tidak dipentingkan lagi. Apabila masyarakat banyak suka, baik itu baik atau buruk, itu menjadi kebenaran mereka. Demokrasi akan menjadi wadah hilangnya batas antara kebenaran dan kebatilan, karena keinginan masyarakat banyak yang menjadi sumber hukum akan tetapi bukan lagi agama. Apakah benar hal yang seperti ini, kawan?
Akankah hukum seperti ini yang akan membawa kita kepada kehidupan damai, bahagia, sejahtera?
Demokrasi menyama ratakan antara satu dengan yang lain, penghormatan menjadi batas-batas kelabu sehingga mungkin tidak salah jika anak berbicara dengan nada kasar pada yang lebih tua?
Demokrasi juga menjadi wadah untuk berbuat korupsi massal, dimana pemimpin-pemimpin hanya menjadi boneka yang seakan selalu haus uang, membuat image buruk di mata masyarakat sehingga kehilangan kepercayaan satu sama lain.
Masyarakat umum pun bereaksi dengan unjuk kekerasan, kalangan pelajar pun tak mau kalah, embel-embel harga diri sebagai bentuk kebebasan mereka mulai mencoba saling membunuh; korban pun tak terelakkan, urusan pun membesar ke jalur hukum, dan keluarga tersangka dan korban berkompetisi memenangkan kebenaran masing-masing.
Sekilas, pemerintah pun mencoba mengekang para pelajar; salah satu wujudnya adalah menaikkan taraf ujian nasional dari tahun ke tahun tanpa perbaikan yang sarana dan prasarana yang memadai; pemerintah yang mengharapkan generasi ungggul pun berbalik menjadi generasi-generasi yang diajarkan cara melakukan kecurangan; pelajar juga merasa berkuasa, mempunyai hak tinggi atas kepentingannya dengan cara apapun. UN 2013 akan menjadi lahan uji coba 20 paket soal dengan soal barcode, mari kita lihat apa yang akan terjadi pada "generasi-generasi UN" ini, kawan.
Terlihat nyata, cara mengekang satu sama lain, merendahkan, dan menjatuhkan yang lemah, lagi-lagi embel-embel dari kebebasan berdemokrasi.Ya, itu hanya sebagian kecil dari sekian banyak kebobrokannya. Silahkan diskusikan :)
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: