Kampung Inggris, Pare, Kediri
Sangat menarik sebenarnya. Disini--Di Asrama ini saya berpuasa untuk selama satu minggu ke depan, puasa berbahasa indonesia dan bahasa daerah. Dengan kata lain hanya diperboleh menggunakan bahasa asing. Cukup menyusahkan pada awalnya.
Apalagi salah satu teman sekamar menjadi sangat bergairah dengan adanya peraturan bahasa ini, dia terus memata-matai para perlanggar bahasa untuk dicatat dalam buku punishment. Kadang dia menjadi begitu asing ketika tidak ada kompromi saat pelanggaran bahasa. Asrama bilang “No mercy!”.
Semua anak-anak pun menjadi mata-mata masing-masing, menanti adanya pelanggaran bahasa diantara kami. Sepintas terlihat seperti dendam kesumat.
No comments:
Post a Comment
Name:
Subject:
Messages: